0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Usai Diperiksa KPK, Panitera PN Jakpus Ditahan

Edy Nasution (merdeka.com)

Timlo.net — Setelah menjalani pemeriksaan selama 1 X 24 jam di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), panitera sekretaris Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Edy Nasution resmi ditahan. Edy ditahan di rutan KPK selama 20 hari ke depan.

“Ditahan di rutan C1 untuk 20 hari ke depan terhitung sejak hari ini,” ujar pelaksana harian kabiro humas KPK, Yuyuk Andriati, Kamis (21/4).

Selain Edy, Doddy Arianto Supeno tersangka kasus suap menyuap juga resmi ditahan KPK di rutan Guntur. Sama dengan Edy, Doddy ditahan selama dua puluh hari kedepan.

Penahanan dilakukan setelah KPK melakukan operasi tangkap tangan pada Rabu (20/4) sekitar pukul 10.45 WIB di sebuah hotel bilangan Jakarta Pusat. Keduanya diciduk KPK seusai melakukan transaksi terkait pengajuan Peninjauan Kembali di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Dari hasil penangkapan, KPK menyita uang Rp 50 juta dari Edy Nasution. Diduga commitment deal dalam kasus ini mencapai Rp 500 rupiah. Namun Agus menegaskan KPK akan terus mendalami kasus ini sampai menemukan otak pelaku utama. Pasalnya keduanya diduga masih sekedar perantara dari pihak tertentu.

Hal itu didasari dengan pemberian juncto pasal yang dikenakan terhadap keduanya oleh KPK. Untuk Edy Nasution selaku penerima dikenakan pasal 12 huruf a dan atau huruf b dan atau pasal 13 undang undang tipikor nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah undang undang nomor 20 tahun 2001 jo pasal 64 kuhp pasal 55 ayat 1 ke-1 kuhp.

Sedangkan untuk Doddy Arianto Kusuma selaku pemberi dikenakan pasal 12 huruf a dan atau huruf b dan atau pasal 13 undang-undang tipikor nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah nomor 20 tahun 2001 jo pasal 64 kuhp jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Atas pengembangan kasus ini KPK pun langsung menggeledah empat lokasi diantaranya kantor PT Paramount Enterprise di Gading Serpong Boulevard Tangerang, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, rumah Nur Hadi sekretaris jenderal mahkamah agung, terakhir di ruang kerja milik Nur Hadi di Mahkamah Agung.

Berdasarkan hasil penggeledahan dari empat lokasi penyidik menyita uang dan beberapa dokumen. Namun terkait asal muasal uang yang ditemukan masih didalami lebih lanjut.

“Belum dihitung jumlahnya berapa, kita masih telusuri juga itu uang apa,” tandas Agus.

[eko]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge