0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dikubur Delapan Hari, Mayat Bayi Dibongkar Lagi

Pengalian mayat bayi perempuan pasutri Lasmi dan Wahyudi warga Dusun Guwolelo, Desa Ngangrong, Ampel, Boyolali (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Polres Boyolali membongkar makam bayi perempuan di sebuah kebun di Dusun Guwolelo, Desa Ngangrong, Ampel, yang sudah dikubur selama delapan hari. Untuk memastikan penyebab kematian, mayat bayi yang diketahui anak pasangan suami-istri, Wahyudi dan Lasmi, dibawa ke RSUD Dr Moewardi Solo, untuk dilakukan otopsi.

Pembongkaran mayat bayi perempuan di kebun dilakukan petugas  Rabu (20/4), setelah mendapat laporan dari warga. Saat itu, warga Guwolelo curiga dengan kondisi Lasmi yang diketahui mengandung namun tiba-tiba perutnya mengempis. Petugas yang mendapat laporan langsung melakukan pengecekan ke rumah Lasmi.

Kepada petugas, Lasmi dan Wahyudi, sang suami, mengaku sudah melahirkan pada Selasa (12/4) namun bayi lahir dalam keadaan sudah meninggal dunia. Herannya, pasutri ini langsung mengubur bayinya tanpa memberitahukan warga sekitar.

“Kita langsung ke lokasi penguburan di kebun yang jaraknya jauh dari rumah Lasmi,” tambah Kasat.

Mayat bayi malang tersebut dikubur dengan kedalaman 50 Cm dan hanya dibungkus karung plastik bekas pupuk.Kondisi mayat bayi sudah membusuk.

“Dari hasil otopsi, tidak ditemukan tanda penganiayaan,mayat bayi sudah kita serahkan ke pihak keluarga untuk di makamkan sebagaimana mestinya,” ungkap Kasat.

Sementara, modus Pasutri yang mengubur mayat bayi diam-diam, diduga malu karena hamil di usia tua. Pasutri ini sendiri sudah memiliki tiga anak. Keduanya dibebaskan dari jeratan hukum karena tidak terbukti melakukan tindak kejahatan.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge