0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Hari Kartini

Serunya Lomba Gulung Stagen dan Wiru Jarik

Suasana lomba wiru jarik (dok.timlo.net/nanang rahadian)

Karanganyar — Berbagai cara dilakukan untuk melestarikan peninggalan Budaya Jawa. Salah satunya menggelar lomba keterampilan menggulung stagen dan melipat kain (wiru jarik) yang diikuti kalangan ibu Dusun Kandang Menjangan, Desa/Kecamatan Karangpandan, Karanganyar. Selain melestarikan berbusana Jawa, kegiatan tersebut juga untuk menyambut Hari Kartini 21 April.

Dalam perlombaan tersebut, para peserta beradu ketrampilan dan kerapian mengenakan stagen dan kain jarik. Stagen sendiri merupakan bagian dari busana Jawa. Namun seiring dengan perkembangan zaman, hanya sedikit perempuan Jawa yang masih peduli atau mengetahui seluk beluk mengenai pakaian tradisional ini.

”Untuk lomba melipat kain atau wiru jarik tentunya sesuai dengan aturan dalam berbusana Jawa. Ternyata banyak peserta yang tidak bisa memakai stagen kebaya,” kata Ketua Panitia Mini Sutopo,

Kemeriahan lomba terlihat saat para peserta beradu kecepatan dan kerapian di lomba menggulung stagen. Kain stagen diletakkan secara acak oleh panitia sehingga kain yang dipilih peserta terbelit dengan kain lannya. Menggulung stagen tidak hanya dituntut kecepatan, tapi kerapian juga menjadi penilaian.

Tak jarang, para peserta harus mendapat bantuan dari rekan lainnya untuk menyelesaikan melipat kain atau wiru jarik sesuai dengan aturan dalam berbusana Jawa. Cara menekuk kain menjadi bagian tersulit dalam niru jarik atau melipat kain. Karena selain harus rapi juga lipatannya harus sama.

”Cukup sulit kalau dikerjakan sendiri. Padahal biasanya dipakai saat acara pernikahan Jawa,” kata Endang Sri Sugiharyati (45) salah satu peserta lomba.

Mini Sutopo menambahkan, lomba gulung stagen dan mewiru jarik merupakan bagian kegiatan menyambut hari Kartini. Apalagi, ketrampilan melipat kain untuk pelengkap busana kebaya banyak dilupakan para kaum wanita.

”Kegiatan ini terselip makna terkait dengan pelestarian budaya. Diharapkan para perempuan Jawa tidak meninggalkan adat istiadat leluhur,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge