0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pembentukan UPTD Radya Pustaka, ’Kawinkan’ PNS dan Komite

Wayang koleksi Museum Radya Pustaka (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Solo berencana akan melibatkan PNS Pemkot Solo dan Komite Museum Radya Pustaka (KMRP) dalam pembentukan UPTD museum. Pasalnya, tenaga ahli dalam perawatan benda bersejarah di Pemkot Solo sangat terbatas.

“Komite tetap akan dilibatkan, selain nantinya ada SDM dari kalangan PNS Pemkot Solo. Sehingga pengelolaannya nanti tetap ditangani oleh SDM yang kompeten dibidangnya,” terang Kepala Disbudpar Solo, Eny Tyasni Suzana, Rabu (20/4).

Disinggung terkait Struktur Organisasi Tata Kerja (SOTK) baru untuk UPTD ini, Enny menyatakan tidak perlu. Lantaran, saat ini Disbudpar telah memiliki UPTD, sehingga untuk museum Radya Pustaka hanya akan ditambahkan saja.

Sementara itu, Sekretaris KMRP Sanyoto menuturkan, dana hibah yang diberikan oleh Pemkot untuk operasional sudah dicairkan pada Rabu (20/4) kemarin. Untuk tahap pertama pencairan dana yakni sebesar 40 persen dari Rp 300 juta. Nantinya anggaran ini digunakan untuk membayar operasional Museum dari bulan Januari hingga bulan Mei dan untuk membayar gaji karyawan.

Sedangkan terkait pemogokan karyawan, Sanyoto menyatakan, ini bukan aksi mogok. Bahkan sudah sejak Sabtu (16/4) lalu museum Radya Pustaka juga telah kembali dibuka.

”Bukan mogok, tapi memang karyawan tidak masuk karena ada keperluannya mendadak,” terangnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge