0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Museum Radya Pustaka Mau Jadi UPTD, Ini Kata Dewan

Museum Radya Pustaka (dok.timlo.net/ichsan rosyid)

Solo – Pengalihan status Museum Radya Pustaka dari bentuk komite menjadi UPTD bukanlah perkara mudah. Meski dapat dilaksanakan Pemkot harus bekerja keras dengan mendapatkan restu dari yayasan dan hal ini dinilai tidak dapat dipandang sebelah mata.

“Memang bisa (diambil alih Pemkot), undang-undangnya juga ada. Tapi, harus jelas prosesnya. Jangan ada yang merasa dilangkahi dalam proses pembentukan UPTD,” terang anggota Komite Museum Radya Pustaka, Suharsono, Rabu (20/4).

Pria yang juga anggota Komisi III DPRD Solo ini berpendapat, Museum Radya Pustaka sebagai wilayah privat akan menjadi ganjalan tersendiri dalam pembentukan UPTD. Dimana, masih terdapat pihak yang merasa memiliki museum yang berada di lokasi lahan Sriwedari tersebut.

Dirinya sangat menyayangkan langkah pembentukan UPTD sebagai pilihan untuk menyelesaikan polemik Museum Radya Pustaka. Secara obyektif, Komite Museum Radya Pustaka (KMRP) telah berupaya maksimal untuk memajukan museum. Semisal, revitalisasi museum sehingga sarana prasarana saat ini yang cukup memadai. Tak hanya itu, KMRP juga melakukan pemilahan benda sesuai jenisnya, digitalisasi naskah hingga kegiatan pendukung.

“Kinerjanya kami melihat sudah cukup baik,” paparnya.

Ia khawatir, jika dengan dibentuk menjadi UPTD akan diisi dengan SDM yang tidak kompeten dalam mengurus benda cagar budaya dan naskah kuno. Pasalnya, benda-benda yang menyimpan historis tersebut perlu penanganan khusus dan komitmen dari orang-orang yang memiliki background tentang benda cagar budaya.

“UPTD harus diisi orang yang profesional. Tahu bagaimana mengurus benda dan naskah kuno. Jangan malah diisi oleh SDM buangan dari unit lain yang dinilai berlebihan,” katanya.

Dirinya berharap, Pemkot menimbang kembali keputusan untuk menjadikan Museum Radya Pustaka sebagai UPTD. Dirinya lebih setuju, jika pengurusan museum tetap dipertahankan oleh KRMP sebagai pemegang kendali museum tertua di Indonesia tersebut.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge