0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Warga Musuk Tunggu Realisasi Pemekaran Wilayah

Warga Musuk berharap pembangunan akses jalan bisa lebih merata setelah ada pemekaran wilayah (foto: Nanin)

Boyolali — Sejumlah kepala desa di Kecamatan Musuk mendesak Pemkab Boyolali segera melakukan rapat besar untuk menyosialisasikan rencana pemekaran wilayah. Usulan ini dilakukan sebagai respon dari warga yang mendukung rencana pemekaran wilayah.

“Sampai saat ini belum ada sosialisasi, tapi ditingkatkan bawah sudah menjadi pembicaraan serius,” kata Kades Jemowo, Untung Widodo, Selasa (19/4).

Seperti misalnya di wilayahnya, Jemowo, sudah berangan-angan nama baru untuk kecamatan hasil pemekaran. Seperti misalnya, bila kota kecamatan di bagian selatan, maka akan diberi nama Musuk Selatan. Namun, untuk penentuan lokasi, seperti kota kecamatan, desa manapun tidaklah menjadi masalah.

Pertimbangan ini berkaitan dengan persiapan lahan untuk penyediaan fasilitas umum seperti kantor kecamatan, kantor polsek, kantor koramil, dan kantor layanan publik lainnya.

“Tapi harapan terbesar kami, pemekaran ini bisa membuka akses pembangunan jalan baru,” tambahnya.

Hal senada juga diungkapkan Kades Karangkendal, Slamet Suryanto, warganya sangat antusias mendukung rencana pemekaran. Warga bahkan sudah sangat penasaran dengan gambaran pemekaran wilayh di Musuk. Warga Karangkendal berharap nantinya bisa masuk ke wilayah Musuk bagian utara.

“Alasanya akses menuju ke kantor kecamatan sekarang lebih dekat,” ujarnya.

Sebelumnya, Camat Musuk, Totok Eko YP, menyampaikan pemekaran akan membagi Musuk menjadi dua wilayah, utara dan selatan, masing-masing sepuluh desa. Meski belum ada ketentuan resmi, namun dimungkinkan kecamatan lama tetap akan berada di Desa Musuk ditambah sembilan desa lain yakni Sukorame, Pusporenggo, Kembangsari, Pagerjurang, Kebongulo, Sukorejo, Ringinlarik, Clunthang, dan Mriyan.

Sedangkan wilayah pemekaran berada di sisi selatan, yaitu, Sangup, Jemowo, Dragan, Lampar, Sumur, Karanganyar, Keposong, Sruni, Karangkendal, dan Lanjaran.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge