0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ini Metode Agar Pelajaran Sejarah Tak Membosankan

Nunuk Suryani (dok.timlo.net/tyo eka)

Solo — Dalam pembelajaran sejarah, penggunaan media sangat diperlukan sebagai hembusan udara segar di saat muncul anggapan bahwa pelajaran sejarah dianggap sebagai mata pelajaran yang membosankan. Hal ini muncul karena penyampaian materi yang monoton dengan metode ceramah, terlebih karena memang sejarah mempelajari event of the past.

“Itulah penggunaan media digital dalam pembelajaran sejarah sebagai sarana penyampai pesan sangat penting dan dibutuhkan,” jelas Dr Nunuk Suryani MPd saat menyampaikan keterangan pers terkait akan dikukuhkannya sebagai Guru Besar Teknologi Pembelajaran Sejarah Universitas Sebelas Maret (UNS), di Solo, Senin (18/4).

Menurutnya, hal ini setidaknya mampu memberikan rangsangan kepada siswa agar lebih tertarik dan lebih semangat untuk mempelajari sejarah terlepas dari persepsi yang salah besar. Dengan menggunakan media pembelajaran digital, guru bisa mengajak siswa melihat secara langsung wujud dari benda-benda peninggalan sejarah sehingga mereka tidak hanya menggambarkan dan berangan-angan terhadap wujud dari peninggalan-peninggalan sejarah.

Dengan penggunaan media, kata Nunuk yang juga Ketua Program Studi S2 Teknologi Pendidikan Program Pascasarjana FKIP UNS, diharapkan mampu meluruskan dan mengubah persepsi mereka yang salah terhadap mata pelajaran sejarah. “Yang semula membosankan menjadi sangat menyenangkan,” tandasnya.

Pengukuhan Nunuk sebagai guru besar berlangsung pada Selasa (19/4) di Auditorium UNS Solo, akan menyampaikan pidato pengukuhan berjudul Pemanfaat Media Digital Untuk Meningkatkan Kualitas dan Daya Tarik Pembelajaran Sejarah.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge