0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Museum Radya Pustaka Diserbu Anak-Anak

Anak-anak kunjungi Museum Radya Pustaka (dok.timlo.net/heru myrdhani)

Solo — Anggota Komite Museum Radya Pustaka, Sanjata mengaku keberatan dengan istilah Museum Radya Pustaka ditutup, atau karyawan Museum Radya Pustaka mangkir dari tugas, yang diunggah beberapa media cetak dan elektronik. Sebab, hal ini terkesan memojokkan para karyawan museum, dan tidak memberikan solusi yang baik bagi masa depan karyawan museum.

“Kita tidak setuju, dan keberatan dengan istilah itu. Misalnya saja Ketua Komite Museum, Pak Pur, beliau ini tidak masuk karena sakit, apa yang seperti itu mangkir dari tugas? Tidak,” tegasnya saat ditemui sejumlah media, Sabtu (16/4).

Dia mengatakan, dalam satu pekan terakhir memang ada beberapa hari museum tidak buka. Namun hal itu bukan lantaran karyawannya mangkir.

“Hari Senin libur, hari Selasa masih buka, kemudian hari Rabu, Kamis, dan Jumat, memang tidak buka, namun karena kekurangan karyawan, ada 3 karyawan yang masuk kerja kok. Jadi tidak betul 12 karyawan mangkir. Namun, museum tidak buka, karena jika hanya tiga orang tidak memungkinkan untuk melayani pengunjung yang datang,” katanya.

Berdasarkan pengamatan Timlo.net, hari ini, tampak sejumlah anak SD dan TK berkunjung ke museum tertua di Indonesia tersebut. Kegiatan di museum juga tampak normal.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge