0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dewan Usulkan Pengelolaan Museum Radya Pustaka Dibuat UPTD

Museum Radya Pustaka (dok.timlo.net/dhefi nugroho)

Solo – Kalangan Legislatif mengusulkan supaya Museum Radya Pustaka dikelola unit pelaksana teknis daerah (UPTD) di bawah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Solo. Upaya ini diusulkan, supaya lebih mempermudah dalam pencairan dana ketimbang mengandalkan dana hibah untuk operasional museum tertua di Indonesia tersebut.

“Tentunya sangat prihatin dengan kondisi Radya Pustaka yang makin hari makin terseok-seok lantaran minimnya dana operasional,” terang anggota Komisi IV, Reny Widyawati, Jumat (15/4).

Keterlambatan dana hibah yang terjadi saat ini, kata Reny, merupakan momentum tepat untuk meninjau ulang polemic yang terjadi. Menurutnya, pengelolaan museum di bawah UPTD dapat menjadi sebuah solusi untuk mempertahankan museum. Mengingat, sejak 2014 lalu dana hibah yang diberikan kepada kelompok maupun lembaga harus memiliki badan hukum.

“Kalau dibuat UPTD, Pekot juga harus konsisten mencukupi operasional museum,” tegas Reny.

Lebih lanjut, politikus Partai Demokrat ini menilai upaya yang dilakukan oleh pihak komite dalam pengembangan Museum Radya Pustaka dinilai belum optimal. Pasalnya, sampai saat ini mereka masih bergantung terhadap dana hibah. Meski begitu, pihaknya tak menampik ada upaya untuk meramaikan museum dengan menggelar kegiatan seni budaya secara berkala.

“Kalau tak kunjung mandiri, buat apa komite atau yayasan dibentuk?,” ucap Reny.

Sementara, Ketua Komisi IV, Hartanti mendesak supaya Disbudpar berkomunikasi dengan pihak pengelola Museum Radya Pustaka. Dirinya khawatir, jika keadaan seperti ini terus bertahan maka tidak menutup kemungkinan museum yang juga menjadi ikon kota Solo ini akan meredup pamornya.

“Kami minta Disbudpar dan Komite Museum Radya Pustaka intens berkomunikasi,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge