0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tenggak Sopi Oplosan, Bapak dan Anak Tewas

Ilustrasi Pesta Miras Oplosan (merdeka.com)

Timlo.net — Empat dari 11 orang pria dewasa dan lanjut usia di Atambua, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur dilaporkan tewas setelah mengonsumsi sopi (minuman keras khas NTT) oplosan. Mereka membeli sopi oplosan di salah satu pasar di Pasar Atambua, wilayah perbatasan RI-Timor Leste.

Kapolres Belu, AKBP Dewa Putu Gde Artha mengatakan, para korban sempat dilarikan ke rumah sakit di Atambua setelah mengonsumsi sopi oplosan.

Korban yang meninggal dunia adalah Yohanes Mau (43) bersama ayah kandungnya, Simon Asten (80), Yosep Pareira (52), dan Andreas Mau pada Kamis (14/4) malam.

Korban sopi oplosan yang meninggal dunia maupun masih dalam perawatan di rumah sakit, semuanya berasal dari Weklekat, Desa Lakanmau, Kecamatan Lasiolat, Kabupaten Belu.

Untuk diketahui, sopi merupakan salah satu minuman berkadar alkohol tinggi. Bahannya berasal dari sadapan nira atau kelapa dan lontar yang dimasak terlebih dahulu, kemudian uapnya disuling menjadi minuman khas tradisional NTT.

Dalam proses penyulingan ini ada yang menggunakan bambu. Ada pula menggunakan pipa air. Sementara wadah yang digunakan untuk memasak nira, ada yang menggunakan periuk tanah, tetapi ada pula yang menggunakan drum bekas.

Polisi telah mengamankan empat orang penjual sopi dan telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Mereka sudah kami tahan dan menyita sejumlah sopi sebagai barang bukti,” ujar Gde Artha, Jumat (15/4).

Gde meminta Polsek Lasiolat untuk menyelidiki peredaran sopi di kalangan masyarakat, dan menyitanya guna mencegah beredarnya minuman berkadar alkohol tinggi itu beredar di pasaran.

“Saya sudah perintahkan Kapolsek dan jajarannya untuk mengecek ke rumah-rumah warga untuk menyita minuman tersebut,” kata mantan Kapolres Flores Timur itu.

[ary]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge