0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Stok Pupuk Kosong, Petani Boyolali Bingung

Petani sedang memupuk tanama padi (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Kalangan petani di Boyolali kesulitan mendapatkan pupuk jenis Phonska dan Mes. Kondisi ini mengakibatkan tanaman padi banyak yang terlambat pemupukanya.

“Di beberapa tempat kosong, padahal ini saat yang bagus untuk melakukan pemupukan,” kata Ngadimin, petani asal Desa Tempursari, Sambi, Jumat (15/4).

Saat ini tanaman padi sudah memasuki usia tiga minggu dan waktunya dilakukan pemupukan. Dengan hujan yang masih turun, Ngadimin yang memiliki lahan tadah hujan ini, mengaku harus menyesuaikan curah hujan untuk pemupukan.

“Kita kan sangat mengandalkan hujan, tapi ya gimana lagi, pupuk kosong, infonya pengiriman terlambat,” tambahnya.

Diakui, kalaupun ada stok pupuk jenis Phonska dan Mes, itupun harus membeli eceran. Sehingga pengeluaran lebih banyak dibandingkan membeli satu karung. Kondisi inipun juga membuat petani lain terpaksa tidak melakukan pemupukan.

Terpisah, Kabid Sarana Prasana dan Perlindungan Tanaman, Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan (Dispertanbunhut) Boyolali, Ibnu Sutopo, menyatakan, pihak produsen pupuk siap menyediakan pupuk tepat waktu masa tanam (MT) II bulan April-September mendatang.

“Persediaan pupuk di gudang lini III BGR Mojosongo Boyolali mencukupi,” terang dia.

Stok pupuk tersebut meliputi Urea sebanyak 2.916 ton, ZA 381 ton, Phonska 551 ton, SP36 136 ton, dan Petroganik sebanyak 352 ton. Jumlah tersebut mampu memenuhi kebutuhan pupuk hingga dua minggu ke depan.

“Begitu stok gudang habis, produsen sudah berjanji segera nge-drop lagi ke gudang,” jelasnya.

Diakui, ketersediaan pupuk tepat waktu berkaitan dengan tingkat hasil panen bila terlambat satu minggu maka akan berimbas pada hasil panen.

“Hasil panen bisa berkurang 1 ton untuk tiap hektarnya,” pungkasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge