0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Harga Cabe Anjlok, Petani Lereng Merbabu Resah

Petani cabe (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Petani cabe di Lereng Gunung Merbabu, Selo, Boyolali resah dengan anjloknya harga cabe. Seperti harga cabe besar keriting saat ini hanya laku Rp 10 ribu perkilogram sedangkan sebelumnya bisa mencapai Rp 40 ribu.

“Belum ada satu bulan, turunya sangat cepat sekali,” kata Parsidi, petani cabe di Dusun Tarusari, Desa Tarubatang, Selo, Jumat (15/4).

Padahal saat ini tidak banyak petani menanam cabe, namun harga terus anjlok. Disisi lain, dirinya sangat menyayangkan dengan harga cabe di pasaran yang masih tinggi. Diduga, mahalnya harga cabe di pasaran karena permainan pedagang.

“Ditingkatan petani harganya masih rendah, tapi begitu sampai pasar bisa mencapai Rp 40 ribu,” tambahnya.

Hal senada diungkapkan petani lain, Listanto, semestinya harga cabe naik dengan tidak banyaknya petani yang menanam. Diakui, tiap harga komoditas sayuran anjlok, pedagang sayur di Pasar Cepogo langsung mendatangkan sayuran dari luar daerah. Imbasnya, hasil panen petani lokal langsung anjlok harganya.

“Masih ada untung tapi cuma sedikit, karena harga obat-obatan, pupuk dan plastik juga naik,” tambahnya.

Para petani cabe di wilayah Lereng Merbabu saat ini lebih banyak menanam cabe besar keriting, karena cabe rawit cepat busuk. Biasanya dalam sekali tanam bisa 10 kali panen dengan hasil mencapai 1,25 ton. Hasil panen dijual langsung ke Pasar Sayur Cepogo.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge