0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tak Ber-SNI, Beberapa Ban Dicurigai

Petugas Disperindag saat sidak ban di kios pedagang (timlo.net/setyo pujis)

Solo – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Solo melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah toko ban di kawasan Mangkunegaran, Kamis (14/4). Dari sidak yang dilakukan tersebut, petugas mencurigai sejumlah ban yang dijual pedagang tidak memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI).

“Dari temuan di lapangan, ada beberapa ban yang dijual pedagang sudah memiliki tanda SNI namun tidak ada merk dagang. Karena itu patut dicurigai,” ujar Kepala Seksi Perlindungan Konsumen Disperindag Solo, Eka Hari Kartana kepada wartawan.

Karena menurut dia, salah satu syarat mendapatkan ijin SNI adalah harus disebutkan merk dagang produk yang bersangkutan. Guna menindaklanjuti temuan itu, petugas Disperindag membeli beberapa ban untuk dijadikan sampel dan pengecekan di laborat.

“Hasil cek di Lab, kemungkinan satu bulan. Jika nanti ditemukan tidak layak SNI, tentu kita akan minta ditarik dari peredaran,” jelasnya.

Sementara itu, pemilik kios ban BSM, Reni dalam kesempatan yang sama menyampaikan, beberapa ban yang tidak ada merknya tersebut dijual lebih murah dari yang seharusnya. Bahkan selisih harganya bisa mencapai Rp 10-15 Ribu per ban.

“Kita tidak tahu aturannya seperti apa, namun yang jelas ban itu dipasok oleh sales yang biasa menjadi langganan,” tandasnya.

Petugas Disperindag saat sidak ban di kios pedagang

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge