0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Mahasiswa Mogok Makan, Tuntut Pecat Menteri Rini

Mahasiswa UMY mogok makan (merdeka.com)

Timlo.net – Aksi mogok makan dilakukan oleh mahasiswa di Yogyakarta. Mereka menuntut Presiden Joko Widodo (Jokowi) memecat Menteri BUMN Rini Soemarno yang diduga kuat terlibat skandal Panama Papers.

Kamis (14/4) ini adalah hari keenam bagi tujuh mahasiswa yang menamakan diri Persatuan Aksi Nasional Mahasiswa (PANAMA) melakukan mogok makan total di depan gerbang Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Akibatnya, kondisi mereka mulai melemah dan diperiksa oleh tenaga medis.

“Kawan-kawan tetap bertekad akan terus melanjutkan aksi mogok makan sampai Rini Soemarno dipecat dan ditangkap,” kata Koordinator aksi PANAMA, Hilman, lewat keterangannya.

Dia mengungkapkan, berdasarkan data dan informasi yang mereka dapat, tercatat Rp 67,4 milliar uang yang dimiliki Rini Soemarno tersimpan di rekening itu dengan status bebas pajak (tax haven). Bahkan, dia meyakini jumlah itu masih terlalu kecil.

“Oleh karena itu, kami mahasiswa PANAMA meminta dengan hormat, agar Bapak Presiden Joko Widodo memecat Rini Soemarno dari posisinya sebagai menteri. Kami tidak rela pemerintahan Bapak Presiden Joko Widodo dikotori oleh pejabat yang terlibat skandal kejahatan keuangan,” ujarnya.

Munculnya nama Rini Soemarno dalam dokumen Mossack Fonseca, kata Hilman, membuktikan bahwa selama ini Rini Soemarno, paling tidak diasumsikan sebagai seorang pejabat negara penghindar pajak. Hal ini sangat ironis dengan kewajiban pajak yang juga ditanggung rakyat kecil lewat slogan pemerintah ‘orang bijak taat pajak’.

“Namun saat yang sama, ada pejabat pemerintah yang dengan seenaknya menggelapkan kewajiban pajaknya. Kami tidak mau Bapak Presiden Joko Widodo jadi ikut terkena dampak dan imbasnya, karena kelakuan menterinya jelas-jelas melanggar hukum,” ungkapnya.

“Kami siap bertahan meneruskan aksi mogok makan, sampai Rini Soemarno betul-betul dipecat dan ditangkap,” tukasnya.

Hilman menegaskan, PANAMA siap melakukan aksi besar-besaran atas nama pada tanggal 2 Mei nanti, bertepatan dengan peringatan hari Pendidikan Nasional. Hilman mengaku sudah melakukan konsolidasi dan komunikasi dengan sesama mahasiswa di 45 kota yang jumlahnya sekitar 178 kampus.

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge