0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ditanya Gubernur, Pelajar Ini Jawab Pakai Bahasa Jawa Ngoko

Ganjar Pranowo saat Rembug Gayeng Bareng Gubernur di Wonogiri (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Ratusan tamu Rembug Gayeng Bersama Gubernur Jateng tak kuasa menahan gelak tawa. Pasalnya beberapa pelajar ini ternyata tak mampu mengucapkan bahasa Jawa dengan baik dan benar. Bahkan, saat ditanya tentang lagu mocopat, para siswa pun salah mengucapkan.

“Padahal dua pelajar itu berasal dari SMA negeri favorit di Sukoharjo, masak bahasa Jawa saja tidak bisa,” ujar  salah satu peserta Rembug Gayeng Bareng Gubernur Jateng di Pendopo Rumah Dinas Bupati Wonogiri, Agus Wardana, Kamis (14/4).

Sangat ironis, jika pelajar yang tergabung dalam Forum Anak Jawa Tengah saat ini tidak bisa berbahasa Jawa dengan baik dan benar. Menurutnya, dewasa ini budaya dan bahasa Jawa mulai mengalami degradasi, dan kondisinya  sangat memprihatinkan, utamanya pada generasi muda saat ini.

“Seharusnya, mereka ini diajari toto kromo, unggah-ungguh sesuai ajaran budaya Jawa. Masak ditanya Pak Gubernur jawabnya bahasa Jawa Ngoko kasar, seperti layaknya berbicara dengan teman sebayanya saja,” katanya.

Sementara itu Almas (16) salah seorang siswa dengan pede-nya berbicara dengan Gubernur Ganjar Pranowo. Gelak tawa peserta pun pecah, manakala Ganjar meminta Almas memberikan contoh nyanyian atau kidung Jawa (mocopat).

Namun ketika pelajar kelas I SMA ini menyebut salah satu nama tembang Mocopat, Pucung, Almas pun salah dalam pengucapan. Entah karena grogi atau apa, dia mengucapkan “Pocong”. Kontan saja gelak tawa hadirin memenuhi pendopo Rumdin Bupati Wonogiri.

Ganjar pun tetap melanjutkan, walaupun jawaban si pelajar tersebut menggunakan bahasa Jawa Ngoko kasar. “Dudu pocong tapi pucung,” tandas Ganjar Pranowo.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge