0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kejati Jawa Timur Siapkan Sprindik Baru untuk La Nyalla Mattalitti

La Nyalla (merdeka.com)

Timlo.net – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur mengeluarkan surat perintah penyidikan (sprindik) yang baru dengan menjadikan La Nyalla sebagai tersangka lagi. Sebelumnya, penetapan tersangka oleh Kejati dibatalkan melalui putusan sidang praperadilan.

“Setelah gugatan praperadilan dikabulkan, Sprindik baru itu langsung kita keluarkan, pada sore kemarin (Selasa 12/4),” kata Asisten Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, I Made Suarnawan, Rabu (13/4).

Dua Sprindik itu adalah Surat Perintah Penyidikan dengan nomor Print-397/O.5/Fd.1/04/2016 pada 12 April 2016, tentang penyidikan perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi Penyalahgunaan bantuan dana hibah yang diterima Kadin Jatim, dari biro administrasi perekonomian sekretaris Pemerintah Provinsi Jawa Timur, yang digunakan buat pembelian saham Initial Public Offering (IPO) Bank Jatim tahun 2012.

Kemudian Sprindik penetapan La Nyalla sebagai tersangka dengan nomor Kep-31/O.5/Fd.1/04/2016, dengan tanggal sama.

Sikap Kejati Jatim itu mendapat restu dari Jaksa Agun M Prasetyo. Sehari sebelumnya, Prasetyo menyatakan putusan praperadilan bukan akhir dari sebuah kasus.

“Kami dukung Kejati Jatim, lagi pula praperadilan kan bukan akhir dari segalanya,” kata Prasetyo.

Bahkan Prasetyo meminta Kajati Jatim Maruli Hutagalung untuk mengeluarkan sprindik baru meski pun Pengadilan Negeri Surabaya terus mengabulkan gugatan praperadilan La Nyalla.

“Biar nanti sampai kapan pun putusan tetap seperti itu, memenangkan La Nyalla, ya tetap keluarkan sprindik baru lagi. Biar kita lihat nanti ujungnya bagaimana,” timpal Prasetyo.

Prasetyo justru mempertanyakan keputusan Hakim Tunggal Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Ferdinandus yang memenangkan gugatan La Nyalla tersebut.

“Kalian mestinya tanya ke pengadilan, kenapa diputus seperti itu,” cetus dia.

Prasetyo mengaku sempat menghubungi pihak Pengadilan Negeri Surabaya untuk menanyakan dasar dari putusan praperadilan tersebut.

“Saya tadi tanya ke pengadilan Surabaya, tapi enggak berhasil. Mereka pasti enggak akan mau angkat dan bicara,” ujarnya.

“Justru kalau seperti ini, masyarakat bisa lihat kenapa kok seperti itu putusannya. Jangan kami yang disalah-salahkan,” jelas Prasetyo.

[bal]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge