0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

PK Dana Purna Bakti Ditolak MA, Rus Utaryono Tuding Kejaksaan Bersalah

Mantan Anggota DPRD Sragen periode 1999 - 2004, Rus Utaryono (agung widodo)

Sragen – Kejaksaan Negeri (Kejari) Sragen dianggap pihak yang paling bersalah terkait kasus Dana Purna Bakti Anggota DPRD Sragen periode 1999-2004 senilai Rp 50 juta. Dalam kasus tersebut kejaksaan sengaja memisahkan berkas pemeriksaan mejadi dua bagian, kendati kasusnya sama.

”Pihak paling bersalah kejaksaan, soalnya displit pada perkara yang sama, antara Panitia Rumah Tangga (PRT) dengan Panitia Anggaran (Panggar) DPRD,” kata salah satu mantan Anggota DPRD Sragen periode 1999 – 2004, Rus Utaryono, Rabu (13/4).

Tudingan tersebut dilontarkan Rus lantaran Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan mantan anggota Panggar ditolak oleh Mahkamah Agung (MA). Sedangkan PK yang diajukan oleh PRT diterima. Rus sendiri telah selesai menjalani hukuman bersama 17 orang mantan Panggar dalam kasus Dana Purna Bakti tersebut.

Perlakuan hukum terhadap kasus ini menurutnya memang agak aneh. Karena di beberapa kabupaten, seperti yang dialami mantan DPRD Sukoharjo, Wonogiri dan Karanganyar tidak sampai ke ranah hukum. Mantan anggota dewan di tiga kabupaten itu cukup dengan mengembalikan dana purna bakti secara administratif.

Sedangkan untuk DPRD Boyolali kasus purna bakti hanya menjerat unsur pimpinan dewan. Sementara Sragen dianggap paling kontroversi karena sebanyak 25 anggota dewan diproses sampai putusan pengadilan dan menjalani hukuman selama 7 bulan.

Namun ketika mengajukan PK, MA menolak PK dari Panggar dan menerima PRT. Keputusan PK pun sangat lama, yaitu selama 1,5 tahun setelah diputuskan.

“Di sini saya lihat ada diskriminasi hukum dalam kasus yang sama. Saya korban dari ketidakadilan penyelenggara negara. Kejaksaan adalah pihak yang paling bertanggung jawab,” kata Rus.

Rus juga menganggap hakim PK mengabaikan delik formil, aturan tertulis dan fakta persidangan. Hakim lebih banyak masuk dalam wilayah subjektif.

”Keyakinan hakim dalam memutuskan perkara 17 orang yang ada dalam Panggar dikuasai ilusi,” ujarnya.

Rus Utaryono sendiri mengaku telah mengembalikan barang bukti senilai Rp 50 juta ke Kejaksaan dan denda sebesar Rp 40 juta.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge