0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Lokasi Penambangan Galian C Mulai Dekati TNGM

Lokasi penambangan galian c di Kali Apu, Kecamatan Selo (timlo.net/nanin)

Boyolali — Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, memutuskan kawasan Kali Apu yang berada di Lereng Gunung Merapi menjadi lokasi penambangan rakyat. Hanya saja, masyarakat mengeluh bila hanya diijinkan menambang secara manual, karena hasil yang didapat sangat minim.

“Warga tetap minta ijin penambangan dengan alat berat, kalau dengan manual, pendapatan sehari hanya sekitar Rp 50 ribu rupiah,” kata Kasi Pembinaan dan Penyuluhan Dinas ESDM Provinsi Jateng, Joko Wiyanto, saat melakukan pengecekan ke Kali Apu, Rabu (13/4).

Pemprov kemudian mencarikan solusi dan akan membagi kawasan Kali Apu menjadi dua zona, yaitu penambangan manual dan menggunakan alat berat. Khusus untuk alat berat, luasan lahan yang ditambang akan dibatasi dan harus ada ijin penambangan.

“Untuk yang kelompok pertambangan manual juga harus dilengkapi badan hukum,” tambahnya.

Saat ini, di Kali Apu, terdapat 3.000 warga yang melakukan penambangan dan tergabung dalam 11 kelompok. Lima diantaranya saat ini sedang mengajukan perijinan penambangan mengunakan alat berat. Sementara itu, bagi penambang manual nantinya juga akan diterapkan aturan. Diantaranya, kelompok penambang akan dibatasi lahan yang akan ditambang. Yakni minimal 5 hektar dan maksimal 500 hektar.

“Nanti kita atur luasan lahannya, untuk reklamasi menjadi tanggung jawab penambang,” tambahnya.

Terpisah, Kepala Resort Selo Balai Taman Nasional Gunung Merapi, Suwignyo, mengungkapkan aktivitas penambangan di Kali Apu dengan alat berat sudah mendekati kawasan Taman Nasional Gunung Merapi. Diungkapkan, bila beberapa tahun lalu, jaraknya masih lebih dari 1,5 kilometer saat ini tinggal 980 meter saja. Untuk itu, pihaknya meminta ada ketegasan soal pembatasan jarak.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge