0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Awal 2016, DBD di Wonogiri Renggut Empat Nyawa

Papan peringatan waspada DBD di Kelurahan Wonokarto, Wonogiri (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Sejak awal tahun 2016 hingga kini, demam berdarah dengue (DBD) di Wonogiri menjangkiti puluhan warga, di antaranya meninggal dunia.

“Sampai saat ini ada 40 kasus, yang meninggal dunia sekitar 10 persen,” ungkap Kabid P2PL DKK Wonogiri, Supriyo Heriyanto, Rabu (13/4).

Disebutkan, awal tahun hingga saat ini, ada 40 kasus, empat penderita di antaranya meninggal dunia. Sedangkan penyebaran DBD meliputi tiga kecamatan yakni Kecamatan Pracimantoro, Baturetno, dan Wonogiri Kota.

“Ada empat korban, tapi yang satu masih menunggu laporan pihak rumah sakit, ” jelasnya.

Kebanyakan, kata Suprio, korban mengalami penurunan jumlah trombosit atau sel pembeku darah. Ketika masuk ke rumah sakit, keadaan penderita sudah sangat parah. Sehingga nyawa mereka tidak dapat diselamatkan.

“Saat ini kami sudah melaksanakan pengasapan atau fogging di sekitar kediaman para korban,” terangnya.

Ditambahkan, saat ini masih ada sejumlah warga yang dirawat di beberapa rumah sakit lantaran penyakit ini. Bahkan dalam setiap bulan, hampir ada pasien DBD. Hanya saja, pada bulan-bulan tertentu, kasus cenderung menurun.

“Penurunan kasus DBD biasanya terjadi di bulan Juni dan Nopember atau saat akan puncak musim kemarau, dan hampir berakhirnya kemarau. Selain kedua bulan itu, kasus DBD cenderung tinggi,” tambahnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge