0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ini Cara Hindari Kecurangan Pengambilan Raskin

Warga antre mengambil Raskin di balai desa (dok.timlo.net/agung widodo)

Sragen – Pembagian beras miskin (Raskin) di Desa Gebang, Kecamatan Masaran, Sragen mulai dibagikan kepada warga yang berhak menerima. Namun, pemerintah desa setempat punya cara tersendiri dalam pembagian raskin ini untuk mengindari adanya kecurangan dan antrean warga.

”Setiap RT ada sukarelawan yang mengkoordinir dan mengambil beras di balai desa. Nanti relawan ini membawakan raskin dan diletakkan di rumah ketua RT. Warga miskin yang terdata tinggal ambil di RT masing-masing,” kata Kepala Desa Gebang, Jumanto, Selasa (12/4).

Menurut Jumanto, cara pembagian tersebut dinilai cukup efektif. Pasalnya tidak lebih dari satu jam, pembagian raskin sudah bisa selesai dan lancar tanpa antrean panjang. Selanjutnya relawan masing-masing meletakkan beras di rumah ketua RT dan warga tinggal mengambilnya. Cara pembagian ini sudah berlangsung sejak beberapa tahun lalu.

Dia mengatakan, sebelum ada sukarelawan, kondisi antrean pengambil raskin cukup semrawut. Ada juga orang yang tidak jujur hingga beras yang dibagikan kurang. Namun dengan meminta sukarelawan, resiko kurang dan lambat bisa teratasi.

Jumanto menyampaikan, di desanya ada 357 kepala keluarga (KK) yang terdaftar sebagai penerima bantuan raskin. Mereka tersebar di 15 dukuh di Desa Gebang. Masing-masing KK menerima 15 Kg beras dengan hanya membayar Rp 24 ribu.

Salah satu relawan RT 29 Dukuh Purworejo Desa Gebang, Endah Setyanti (35) menuturkan, dalam mengambil beras, ia cukup menggunakan sepeda motor yang dilengkapi bronjong. Karena dia istri ketua RT, beras yang diambil langsung dibawa ke rumahnya dan warga tinggal mengambil sendiri-sendiri.

”Saya cuma bantu ambilkan, kasihan yang sudah sepuh (tua), kalau harus mengambil ke kantor desa,” ujarnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge