0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

DPP Tolak Permintaan PKL

PKL City Walk beraudiensi di Kantor DPP, Kompleks Balai Kota Solo, Selasa (12/4) (timlo.net/ichsan rosyid)

Solo — Dinas Pengelola Pasar (DPP) menolak permintaan Pedagang Kaki Lima (PKL) gerobak kuning untuk menempati kembali city walk setelah hampir dua pekan berjualan di jalan di Timur Stadion Sriwedari. Pihak DPP merasa sudah cukup banyak memberi toleransi kepada PKL sebelum relokasi.

“Kita kan menata city walk tidak hanya untuk PKL. Masyarakat luas juga berhak menikmati city walk sebagai fasilitas untuk pejalan kaki,” kata Kepala Seksi Penataan dan Pembinaan PKL, DPP Solo, Didik Anggono, Senin (12/4).

Ia justru meminta PKL agar berintrospeksi. Pasalnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo berencana membenahi saluran drainase yang berada di bawah City Walk. Sehingga mau tak mau, PKL harus dipindahkan. Sosialisasi terkait penataan kawasan City Walk telah dimulai sejak tahun lalu.

“Kebutuhan air dan toilet juga sudah kita sediakan. Toh kita tidak menggusur sewenang-wenang,” kata dia.

Menanggapi keluhan PKL atas sepinya pembeli di lokasi baru itu, ia justru menyalahkan PKL karena yang menempati lokasi tersebut hanya sedikit. Akibatnya, pengunjung tidak memiliki banyak pilihan ketika mengunjungi kawasan tersebut.

“Dicoba dulu berjualan semua di sana. Kalau banyak yang berjualan, nanti pembeli akan datang,” imbaunya.

Terpisah, Ketua Paguyuban PKL gerobak kuning, Sukirno menolak alasan DPP tersebut. Sebab, Pemkot hingga saat ini belum tahu pasti kapan pembenahan saluran drainase di bawah city walk.

“Itu mulainya kapan kan juga belum jelas. Kenapa harus dipaksakan sekarang kita harus pindah,” tanyanya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge