0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Saat Penyergapan Abu Sayyaf, Sandera Tidak di Lokasi

(merdeka.com)

Timlo.net – Sebanyak 10 Warga Negara Indonesia (WNI) yang disandera Abu Sayyaf tidak berada di lokasi saat terjadi penyergapan prajurit Filipina akhir pekan lalu. Pemerintah telah menghubungi intelijen Filipina. Para sandera semuanya dalam kondisi baik, tapi dipindah ke lokasi tersembunyi.

“Informasi yang kita peroleh dari berbagai pihak, 10 WNI kita tidak ada di Basilan,” kata Menteri Luar Negeri Retno L.P Marsudi, Senin (11/4).

Dalam operasi pembebasan sandera itu, 18 prajurit Filipina tewas sedangkan 52 lainnya luka-luka. Dari pihak Abu Sayyaf, hanya lima militan yang tewas.

Pemerintah Indonesia mengucapkan bela sungkawa kepada otoritas Filipina karena banyaknya korban jiwa dari kalangan prajurit sepanjang pertempuran akhir pekan lalu.

“Saya sampaikan prihatin, simpati dan duka cita kepada Menlu Filipina,” kata Retno.

Karena posisi WNI ada di lokasi berbeda, Menlu menyatakan lobi pembebasan terus dilakukan. Retno pun menegaskan bahwa tidak ada pembayaran isu tebusan yang dibahas antara perwakilan pemerintah RI dengan para militan.

“Negara tidak boleh terlibat dalam masalah penebusan,” tandasnya.

Di lain pihak, Angkatan Bersenjata Filipina (AFP) mengaku tidak akan mundur, walau operasi akhir pekan lalu gagal total. Jenderal Hernando Iriberri, Panglima AFP, sudah terjun langsung menuju Basilan untuk memantau situasi sejak kemarin siang.

“Panglima sedih melihat operasi terakhir memakan korban tak sedikit. Namun yang diperintahkan kemarin agar kami tidak boleh berhenti dan menyapu bersih musuh,” kata Juru Bicara AFP, Brigjen Restituto Padilla.

Tentara Filipina disergap saat sedang berada di bawah perbukitan kawasan Sitio Bayoko, Desa Baguindan, Tipo-Tipo, Provinsi Basilan. Pasukan ini terdiri dari Batalion Infanteri 44 dan Pasukan Elit ke-4 sedang dalam operasi untuk pembebasan sandera.

Baku tembak terjadi selama 10 jam sejak dinihari hingga menjelang siang. Empat tentara Filipina tewas dipenggal oleh para militan karena tertangkap.

“Musuh berada di dataran tinggi jadi pasukan kami yang berusaha berlindung masih terkena berondongan peluru dan bom,” kata Kolonel Benedict Manquiquis, juru bicara militer wilayah Basilan.

[ard]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge