0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

DPRD: Batasi PKL di Sunday Market Manahan

Ketua Komisi IV DPRD Solo, Hartanti (timlo.net)

Solo — Makin menjamurnya Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Sunday Market Stadion Manahan Solo mengurangi kenyamanan aktivitas berolahraga masyarakat. Saat ini tercatat sekitar 1.250 PKL memenuhi Sunday Market. Padahal, jumlah PKL dibatasi hanya sampai 1.100 pedagang.

“Kami mendesak supaya Pemkot membatasi jumlah pedagang. Karena jika terlalu banyak, kami khawatir kenyamanan masyarakat dalam melakukan aktivitas olahraga di Minggu pagi terganggu,” terang Ketua Komisi IV DPRD Kota Solo, Hartanti, Senin (11/4).

Menurut politisi PDIP ini, sudah saatnya Pemkot melalui UPTD Prasarana Olahraga Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Solo meninjau kembali kondisi terkini di Sunday Market Manahan. Fungsi kawasan tersebut harus dikembalikan untuk sarana olahraga.

“Masak mau olah raga harus berdesak-desakan dengan pedagang. Kan gak lucu,” kata Hartanti.

Disinggung Sunday Market sebagai salah satu ikon yang diciptakan oleh Pemkot Solo, Hartanti mengaku bahwa pengelolaan Sunday Market haruslah lebih tertata. Jika tidak, akan menimbulkan masalah baru di kemudian hari.

“Kan bisa ditata lebih rapi, tidak untel-untelan seperti saat ini,” jelasnya.

Terpisah, Kepala UPTD Prasarana Olahraga Disdikopora Surakarta Heru Prayitno mengakui, pihaknya telah menerima sejumlah keluhan dari sejumlah komunitas keluarga. Mereka menginginkan fungsi kawasan Sunday Market Manahan untuk dikembalikan.

“Maunya yang jualan ya jualan, yang olahraga ya bisa olahraga. Tapi faktanya, ketika di dalam ditata namun yang di luar masih jualan. Akhirnya yang mau olahraga kesulitan,” katanya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge