0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ratna Sarumpaet Digiring Polisi

Ratna Sarumpaet digiring polisi (merdeka.com)

Timlo.net – Aktivis Ratna Sarumpaet digiring Polwan saat penggusuran permukiman Pasar Ikan, Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (11/4). Selama ini, Ratna dikenal frontal menolak rencana penggusuran kawasan itu.

Di Luar Batang sendiri Ratna meminta warga untuk menggelar salat Istighosah serta tetap menolak kedatangan para petugas. Alhasil, ia pun digiring Polwan untuk menjauhkan lokasi sambil diingatkan jika penggusuran sudah dilakukan.

“Sudah ya bu ini mau di clear area,” ujar Polwan seraya menggiring Ratna menjauhi lokasi penggusuran.

Terkait hal itu Kapolsek Penjaringan AKBP Rudi Setiawan masih belum memberikan tanggapan. ia masih fokus terhadap penggusuran.

“Nanti saja ya (soal Ratna Sarumpaet),” singkatnya.

Sebelumnya, Ratna Sarumpaet sempat menemui Kapolda Metro Jaya terkait penolakan penggusuran Luar Batang, Jakarta Utara. Iamenilai seharusnya warga terlebih dulu untuk diajak duduk bersama dan berdialog sebelum rencana pembongkaran.

Ratna juga mengatakan, bahwa warga harusnya diberi informasi dengan jelas tentang nasib mereka. Mulai dari tempat relokasi hingga rencana pemerintah tentang kehidupan mereka selanjutnya.

Pemprov DKI Jakarta menyatakan telah menyiapkan sejumlah hunian di Rusun Marunda, Rusun Rawa Bebek, dan Rusun Kapuk Muara untuk warga Pasar Ikan yang terkena dampak revitalisasi. Terdapat 4.929 jiwa atau 1.728 kepala keluarga (KK) yang mendiami kawasan RW 04 Pasar Ikan. Dan terdapat 893 bangunan yang bakal digusur, yakni 347 unit berupa kios, 225 hunian di RT 01, 58 hunian di RT 02, 168 hunian di RT 11, dan 95 hunian di RT 12.

[rhm]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge