0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Arief Yahya: Kuncinya Harmonisasi Spirit dan Strategi

Arief Yahya (merdeka.com)

Timlo.net – Menteri Pariwisata, Arief Yahya membeberkan kunci sukses menjadi seorang pemimpin. Hal itu dia ungkapkan saat memberi pengarahan pada Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan (Diklatpim) di Jatinangor, Sumedang.

“Kunci sukses seorang pemimpin adalah harmonisasi spirit dan strategi. Dalam filosofi Tiongkok, ada yin dan yang. Di dalam putih ada hitam, di dalam hitam ada putih,” jelas Arief Yahya, kemarin.

Spirit itu, kata dia, menyangkut heart (hati), soft aspect dari sebuah organisasi serta karakter sebagai hasil dari olah ruh dan olah rasa. Spirit berkait dengan semangat tinggi yang terbentuk oleh keyakinan dasar (basic belief), nilai-nilai (core values) dan perilaku (common behavior) yang utama dan mulia.

Sedangkan Strategi menyangkut head (pikiran), hard aspect dari sebuah organisasi serta kompetensi sebagai hasil olah rasio dan olah raga.

Strategi berkaitan dengan visi, strategi, model bisnis, atau eksekusi excellent yang terbangun dari hasil analisis dan daya pikir yang mumpuni. Spirit merupakan hasil dari “leading people” dan strategi merupakan hasil dari “managing business.”

“Perpaduan yang solid antara heart dan head, hati dan pikiran, dada dan kepala, itulah yang dibungkus dalam judul Great Spirit dan Grand Strategy. Konsep itu menjadi keunggulan bersaing atau competitive advantage,” ungkap dia.

Arief Yahya menawarkan perspektif baru yang orisinil mengenai rahasia suksesnya memimpin korporasi besar. Ada tiga pilar konsep penopang sukses yang harus berkesinambungan, yakni Corporate Philosophy, Leadership Architecture dan Corporate Culture.

“Semangat atau spirit itu jauh lebih hebat dari strategi. Semangat yang tinggi akan mencari jalannya sendiri untuk sukses,” jelasnya.

Berangkat dari yang paling tinggi, leadership philosophy to be The Best Harmony and Strategy. Baru masuk ke Leadership Principles to be The Star, prinsip-prinsip pemimpin untuk tampil sebagai bintang. Caranya, lead by heart, managed by the head. Memimpin dengan hati, mengelola dengan akal sehat.

“Nah, setelah itu Leadership Practices to be the Winner, harus memenangkan persaingan, memenangkan pertandingan,” kata Arief Yahya.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge