0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pengedar Miras Impor Palsu Dibekuk

Pengedar miras impor palsu (foto: Heru M)

Solo – Dua orang komplotan pengedar miras impor palsu diringkus aparat Polsek Laweyan, Solo. Dua orang ini ditangkap berdasarkan pengembangan kasus miras impor palsu yang beredar di masyarakat.

“Pelaku AT (26) kita tangkap saat mengantarkan miras tersebut ke salah satu Cafe di kawasan Sriwedari Solo, Jumat (8/4) kemarin.” ungkap Kapolsek Laweyan, Kompol Agus Puryadi, Sabtu (9/4).

Berdasarkan penangkapan pelaku AT, polisi kemudian menggerebek sebuah rumah di kawasan Purbayan, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo. Di rumah inilah, ditangkap seorang lagi rekan AT yakni, KP (27).

KP bertugas untuk mengoplos minuman keras jenis Ciu, air mineral, dan minuman bersoda, untuk kemudian dikemas dalam botol-botol minuman impor.

“Dari tangan tersangka kita sita barang bukti berupa puluhan botol miras impor berbagai merk, juga botol minuman palsu yang sudah siap edar,” imbuh Kapolsek.

Pelaku AT mengaku telah menjalankan bisnis gelapnya ini selama satu tahun. Miras palsu ini kemudian diedarkan oleh tersangka dengan harga Rp 100 ribu sampai dengan Rp 200 ribu. Dari bisnis haram ini pelaku bisa mengantongi untung hingga jutaan rupiah setiap bulannya.

“Saya dulu pernah bekerja sebagai bartender di sebuah Cafe, saya bisa tahu citarasa minuman impor, kemudian saya coba oplos sendiri dan saya jual,” kata AT.

Disinggung mengenai banyaknya korban jiwa akibat miras oplosan, AT mengaku tidak mencampurkan bahan yang berbahaya dalam minuman oplosannya. Dia juga mengatakan rajin mengkonsumsi minuman oplosannya itu, saat orderan sepi.

Akibat perbuatannya tersebut, kedua pelaku melanggar pasal 492 ayat 1 KUHP, dan pasal 20 ayat 1 junto pasal 3 ayat 1 perda no 4 tahun 1975 tentang penjualan minuman keras.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge