0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Gunung Pegat dan Mitos Pengantin Baru

Gunung Pegat di Kecamatan Nguntoronadi, Wonogiri (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Gunung Pegat berada persis di jalur Wonogiri-Pacitan, masuk wilayah Kecamatan Nguntoronadi. Berabad-abad, Gunung Pegat ini diyakini sebagian masyarakat dengan keangkerannya.

Bahkan beredar mitos jika pasangan pengantin baru melewati jalan Gunung Pegat ini bakal kandas dalam membina rumah tangga. Selain itu beredar cerita adanya penampakan ular raksasa yang kerap melintang jalan.

“Sampai saat ini banyak masyarakat yang masih percaya mitos itu, sehingga banyak pengantin baru yang harus memutar jalan, jika hendak menuju Wonogiri atau sebaliknya,” ujar warga Wonogiri, Sambodo, Sabtu (9/4).

Jika tidak memutar jalan, pihak keluarga pasangan pengantin harus menggantikan dengan sesajen yang dibuang ditepi jalan di area Gunung  Pegat.

“Biasanya mereka melepas satu ekor ayam, katanya untuk membuang sial,” jelasnya.

Keangkeran Gunung Pegat diakui terjadi pada dasawarsa 70-an hingga 90-an. Selain kondang dengan cerita mistis, Gunung Pegat juga menyimpan cerita tentang tindak kriminal seperti aksi perampokan dan pembunuhan.

“Sekitar tahun 1970-an, pernah terjadi penembakan disertai perampokan bus asal Kecamatan Baturetno, namun tidak ada korban jiwa,” jelasnya.

Tak hanya itu. Di tahun 2000  terjadi dua kali peristiwa pembunuhan. Salah satu korbannya seorang sopir carteran yang merupakan warga Wonogiri Kota. Selain dibunuh, mobil milik korban pun dibawa kabur.

“Sebenarnya yang membuat kelihatan angker itu karena jalan di Gunung Pegat itu gelap, tidak ada penerangan sama sekali. Terlebih jaman dulu, lalu lintas belum seramai saat ini, tapi kini hampir tiap detik ada kendaraan yang lewat,” katanya.

Rani Mahesa, pakar spritual asal Kecamatan Giriwoyo mengatakan, penampakan ular raksasa yang dulu konon kerap melintang jalan memang sudah menjadi buah bibir masyarakat Wonogiri. Namun seiring perkembangan jaman, cerita tentang ular raksasa tersebut mulai pudar.

“Memang aura Gunung Pegat itu kuat dan memang banyak makhluk halus yang mendiami di sekitarnya,” jelasnya.

Dari pengamatannya, Gunung Pegat kini hanya tinggal cerita saja. Yang ada hanya bencana alam. Pasalnya wilayah tersebut dinyatakan sebagai wilayah rawan longsor dan pohon tumbang.

“Memang tidak ada salahnya kalau kita waspada dan jangan lupa berdoa mohon keselamatan kepada Tuhan, itu saja yang utama,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge