0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dituding Terima Gratifikasi, BBWSBS : Itu Fitnah

Bambang Heri (heru murdhani)

Solo – Kepala Bidang (Kabid) Pelaksanaan Jaringan Pelaksanaan Air (PJPA) Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS), Bambang Heri, akhirnya angkat bicara mengenai tudingan gratifikasi dari perusahaan pemenang lelang, yang dituduhkan oleh Lembaga Pengawas Pelayanan Informasi Publik (LP3). Dirinya membantah keras, dan menyebut tudingan itu hanyalah fitnah belaka.

“Itu Fitnah dari orang tidak mau menerima kekalahan dalam lelang saja. Kalau dibilang saya bisa menentukan pemenang lelang, jelas tidak, karena ada Panitia Kerja (Panja) yang berwenang menentukan pemenang lelang,” kata Kabid PJPA BBWSBS Bambang Heri saat dijumpai di ruang kerjanya, Jumat (8/4).

Dia juga membantah, pelaksanaan lelang pembangunan Intake Bojonegoro Barrage di Kabupaten Bojonegoro yang dilelang pada Maret 2016, tak sesuai dengan prosedur. Hasil lelang itu telah sesuai dengan aturan yang ada.

“Kalau saya dituduh melakukan kecurangan dengan menjadikan PT Permata Anugerah Yalapersada sebagai pemenang, itu juga tidak benar. Karena memang telah sesuai dengan aturan yang ada. Lagi pula sekarang lelang juga dilakukan terbuka dan online, jadi tidak bisa main-main,” paparnya.

Dia menjelaskan, hal ini dicantumkan dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat No 31/PRT/M/2015 tentang perubahan ketiga peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat No 7/PRT/M/2011 tentang standar pedoman pengadaaan pekerjaan konstruksi dan jasa konsultasi.

“Dalam aturan itu disebutkan, dalam pasal 25 ayat 1 menyebutkan Pokja dalam mengevaluasi dokumen penawaran dapat melakukan klarifikasi terhadap hal-hal yang tidak jelas. Artinya kalau dokumen penawar lelang sudah jelas tidak perlu dilakukan klarifikasi. Nah, kalau memang dokumen penawar sudah jelas, maka tak perlu lagi dilakukan klarifikasi. Itu yang terjadi pada PT Permata Anugrah Yalapersada, jadi meskipun mereka tidak ikut klarifikasi, tetap saja bisa menang, karena memang dokumen mereka lengkap,” kata dia.

Sementara mengenai tuduhan telah melakukan pengaturan pemenang lelang, dan mengintervensi Pokja, juga dibantah oleh Ketua Pokja, Joko Supeno. Dia mengatakan dalam lelang itu Pokja telah berupaya maksimal dengan melakukan berbagai evaluasi terhadap peserta lelang.

“Ada berbagai tahapan evaluasi dalam penentuan pemenang lelang, dan ini diputuskan oleh Pokja. Kalau Pak Bambang Heri dituduh melakukan intervensi, itu tidak betul. Namun Pokja memang sering berkonsultasi dengan beliau karena beliau adalah pembina kita,” kata Joko.

Sebelumnya, Kabid PJPA BBWSBS Bambang Heri dilaporkan oleh LP3 ke sejumlah institusi penegak hukum lantaran diduga menyalahgunakan jabatan, menerima gratifikasi, dan melakukan kecurangan dalam pengaturan pemenang lelang. Atas tuduhan itu, Bambang Heri beserta penasehat hukumnya, Badrus Nur Zaman akan melaporkan balik atas tuduhan fitnah dan pencemaran nama baik.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge