0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Hadapi Kemarau, Boyolali Dibangun 14 Embung Mini

Salah satu embung mini yang dibangun di Sambi, Boyolali (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Sebanyak 14 embung mini dibangun di Pemkab Boyolali sebagai suplai air di musim kemarau untuk lahan pertanian. Belasan diantaranya di bangun di wilayah Lereng Merapi, seperti Musuk,Selo dan Cepogo. Di tiga wilayah tersebut merupakan sentral tanaman holtikutura yang sering mengalami krisis air saat musim kemarau.

“Sebagian dibangun di kawasan bawah, terutama yang sering mengalami krisis air saat musim kemarau,” kata Kepala Dispertanbunhud Boyolali, Bambang Purwadi, Jumat (8/4).

Diakui, pembangunan embung ini diprioritaskan untuk lahan pertanian. Dari 14 embung mini tersebut, delapan embung berkapasitas 500 meter kubik dengan anggaran Rp 100 juta per embung dan enam embung berkapasitas 1000 meter kubik dengan anggaran Rp 250 juta per embung.

“Syarat adanya embung mini ini harus ada sumber atau aliran sungai, selain mengandalkan air hujan,” tambah Bambang.

Hal ini bertujuan agar embung tidak mangkrak saat musim kemarau, bila hanya mengandalkan air hujan. Sebelumnya, dinas sudah membangun embung mini di sejumlah titik di Boyolali.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge