0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pilgub DKI

Tinggalkan Ahok, PDIP Lirik Yusril Ihza Mahendra?

Yusril Ihza Mahendra (dok.timlo.net/gg)

Timlo.net — Pelaksanaan pemilihan kepala daerah atau Pilgub DKI Jakarta 2017 makin dekat waktunya. Partai politik mulai pasang kuda-kuda dan makin menunjukkan arah manuvernya siapa yang akan digaet untuk dicalonkan nantinya. Tak terkecuali PDIP, partai besutan Megawati Soekarnoputri.

PDI Perjuangan telah resmi membuka pendaftaran penjaringan calon gubernur DKI Jakarta. Di awal pembukaan, partai berlambang kepala banteng itu mengundang bakal calon gubernur DKI Jakarta, Yusril Ihza Mahendra  untuk menjadi pemateri untuk tim pemenangan kampanye PDI Perjuangan dalam menghadapi Pilkada serentak 2017.

“Pelatihan manajer kampanye ini upaya PDI Perjuangan untuk persiapan Pilkada serentak 2017. Di hari ketiga kami hadirkan tokoh-tokoh yang bisa memberikan pelatihan bagi kader,” kata Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto di Jakarta, Kamis (7/4).

Selain itu, PDI Perjuangan juga mengundang Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas untuk mengisi acara tersebut. Baik Yusril ataupun Anas, namanya tidak asing lagi di kancah perpolitikan nasional.

Lantaran tak dapat restu PKB, Anas maju dan berhasil melenggang menjadi Bupati Banyuwangi berkat diusung PDI Perjuangan. Selama ini gebrakan dan kinerjanya terbilang moncer, apalagi dirinya terpilih sebagai bupati dua periode.

“Ya banyak persepsi politik bisa muncul dari persepsi tapi kalau masalah Jakarta kami butuh dialog-dialog dengan para tokoh-tokoh tidak hanya dengan masyarakat karena Jakarta sebagai representatif Indonesia sehingga PDIP butuh dialog-dialog seperti ini,” jelas Hasto.

Saat disinggung PDIP akan mengusung Yusril ataupun Anas untuk melawan calon incumbent Ahok pada Pilgub DKI, Hasto menegaskan, saat ini PDIP sedang memantau tokoh atau kader yang potensial untuk diusung di Pilgub DKI. Namun semua keputusan tersebut diserahkan kepada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

“Ya ini semua proses, pilkada rakyat yang menentukan tapi membangun dialog ini punya kesamaan bagaimana parpol untuk mengorganisir rakyat di situ bisa bertemu. Ya proses dengan berjalan politik itu dinamis segala kemungkinan bisa orang bilang PDIP tak bisa bertemu Yusril tapi buktinya ini saja makan siang bareng,” terangnya.

Secara tersirat, PDIP memberikan sinyal kuat untuk meninggalkan pencalonan Ahok di Pilgub DKI Jakarta 2017. Setelah Ahok lebih memilih maju dan mencalonkan diri sebagai bakal calon gubernur DKI melalui jalur independen.

“PDIP hanya mencalonkan mereka yang bersama PDIP menempuh jalan kepartaian untuk rakyat,” tegas Hasto.

Dia berani memastikan bahwa bakal calon yang diusung PDIP dapat mengatasi persoalan DKI Jakarta. Hasto menyebut bila PDIP akan membuat kejutan di Pilgub DKI Jakarta 2017.

Secara terpisah, anggota Fraksi PDIP Eva Kusuma Sundari mengaku kecewa terhadap Ahok yang menganggap partainya tak memiliki investasi terhadapnya. Padahal jika berkaca pada Pilgub DKI Jakarta 2012, kata Eva, PDIP pasang badan dan pendukung utama pasangan Jokowi-Ahok.

“Aku kecewa seolah kita enggak ada investasi ke dia (Ahok). Aku jubir dia saat Pilkada, aku pasang badan di PDIP, serangan Rhoma Irama, Amien Rais, sisi sektarian berikutnya, komandan di Kalideres, semua saksi dari PDIP,” tutur Eva. [ren]

Sumber: merdeka.com

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge