0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pengelola LPK Akiba Bantah Janjikan Magang ke Jepang

Para korban penipuan magang kerja Jepang melakukan aksi unjuk rasa di PN Sragen (timlo.net/agung widodo)

Sragen – Pengelola Lembaga Pendidikan dan Keterampilan (LPK) Akiba, membantah telah melakukan penggelapan dan penipuan terhadap sejumlah siswa yang bakal magang ke Jepang. LPK Akiba sebenarnya hanya merupakan tempat pendidikam bagi siswa yang ingin belajar di negeri Sakura tersebut.

“Sebenarnya Akiba itu hanya tempat untuk studi, bukan pemagangan. Jadi pergi ke Jepang itu untuk studi bisa sambil magang,” kata pengelola LPK Akiba Maulana Yusuf, Kamis (7/4).

Kasus ini mengemuka ketika dirinya menjalin kerjasama dengan lima lembaga pendidikan di Jepang. Salah satunya, Tokyo Japan Language Center (TJLC).

Awalnya berjalan lancar, namun masalah baru muncul setelah Maulana bertemu dengan seorang broker asal Jepang, Taka Masakatsu, yang menjadi penghubung LPK Akiba dengan TJLC. Sejumlah 18 siswa yang dikirim LPK Akiba mendapat teguran dari TJLC lantaran belum membayar biaya pendidikan. Padahal uang tersebut telah dibayarkan LPK Akiba melalui Taka Masakatsu.

Sementara, para siswa yang mendapat teguran melaporkan ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Jepang dengan tuduhan penipuan yang dilakukan LPK Akiba. Maulana sendiri mengaku, menjadi korban penipuan orang Jepang.

”Kita tidak berbohong, sudah ada bukti transfer Bank BCA, Saya mengirimkan Rp 4,7 Miliar termasuk uang pribadi saya ke Taka,” jelasnya.

Kasus dugaan penipuan oleh Maulana ini pun tengah dalam proses persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Sragen. Tapi Maulana yang saat ini berstatus terdakwa tidak dilakukan penahanan.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge