0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

PNS Gadungan, Cari Korban Lewat Media Sosial

Gelar perkara PNS gadungan (nanang rahadian)

Karanganyar — Tersangka penipuan, Djoko Santoso alias Djoko alias Ngadino (45) beraksi melalui media sosial facebook. Korbannya tidak hanya di sekitar Karanganyar saja.

“Tersangka ini penipu lintas propinsi, korbannya dari berbagai kota di Jawa Tengah bahkan lintas propinsi hingga DI Yogjakarta,” kata Kapolres Karanganyar AKBP Mahedi Surindra, Kamis (7/4).

Di Karanganyar ada enam orang yang menjadi korban. Korban dijanjikan bekerja sebagai PNS ataupun karyawan Bank Jateng. Setoran mereka bervariasi, antara Rp 41 juta sampai Rp 106 juta. Kemudian di Semarang, Pati, Yogyakarta dan Sragen masing-masing satu korban, dengan setoran antara Rp 1,5 juta hingga Rp 7,5 juta. Diiming-imingi bekerja sebagai karyawan honorer, CPNS dan karyawan Bank Jateng.

“Berkas persyaratan dari para korban, tidak pernah diproses oleh pelaku. Hanya diletakkan di rumah, setelah diterima dari korban,” jelas Kapolres.

Kapolres menambahkan, tersangka beraksi melalui media sosial facebook. Di mulai dari tahapan berkenalan, kemudian dilanjutkan pertemuan. Dan jika dirasa cukup akrab, tersangka langsung melancarkan jurus-jurus tipuannya.

“Tersangka kemudian menjanjikan bisa mencarikan pekerjaan dengan pelicin sejumlah uang,” kata Kapolres.

Penangkapan dilakukan, lanjut Kapolres, setelah polisi menerima laporan dari korban Aloysius Gonzaga. Pada 5 Mei 2015 di rumah kontrakan tersangka di Dukuh Cerbonan, Kelurahan/Kecamatan Karanganyar Kota, korban menyerahkan uang Rp 15 juta dan berkas persyaratan untuk menjadi karyawan Bank Jateng Cabang Sukoharjo.

Korban dan pelaku saling kenal lewat Facebook pada Januari 2015. Setelah beberapa kali bertemu dan ngobrol, tersangka menjanjikan bisa membantu korban bekerja di Bank Jateng Sukoharjo. Syaratnya, menyerahkan berkas persyaratan dan uang. Korban sudah menyerahkan Rp 15 juta, tapi sampai sekarang pekerjaan yang dijanjikan tak terwujud.

“Korban merasa tertipu setelah beberapa bulan janji itu tidak ditepati tersangka,” jelas Kapolres.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 378 KUHP tentang Penipuan.

“Ancaman hukumannya maksimal 4 tahun penjara,” katanya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge