0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ungkap Kasus Reklamasi, KPK Panggil Enam Saksi

Ketua komisi D DPRD DKI M Sanusi (merdeka.com)

Timlo.net – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil sejumlah pejabat Pemprov DKI Jakarta sebagai saksi kasus suap dari PT Agung Podomoro Land kepada anggota DPRD DKI Jakarta.

Hari ini KPK memanggil enam orang saksi atas tersangka Presdir PT Agung Podomoro Land, Ariesman Widjaja. Saksi yang dihadirkan adalah Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Tuty Kusumawati, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Heru Budi Hartono, Dirjen kelautan pesisir dan pulau-pulai kecil, Sudirman Saad, dan Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekda DKI, Gamal Sinurat.

Selain empat orang itu, KPK juga memanggil dua orang saksi dari pihak swasta yakni Budi Nurwono dan Herdy Halim.

Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK, Priharsa Nugraha mengatakan pemeriksaan belum sampai mengarah ke arah aliran dana suap ke pejabat Pemprov DKI Jakarta.

“Pemeriksaan baru sebatas untuk mengetahui bagaimana kronologi dari penerbitan raperda dan bagaimana kronologi proses pembahasan dan dinamika di dalamnya,” kata Priharsa, di Gedung KPK, Kamis (7/4).

Dalam kasus ini KPK telah menetapkan tiga orang tersangka atas kasus suap terkait pembahasan raperda (rancangan peraturan daerah) zonasi wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil (RZWP3K) dan raperda tata ruang strategis Jakarta Utara. Ketua komisi D DPRD DKI M Sanusi ditangkap saat melakukan transaksi dengan pihak swasta berinisial GEF yang berperan sebagai perantara dari PT Agung Podomoro Land (APL).

PT Agung Podomoro Land melalui anak perusahaannya, PT Muara Wisesa Samudera merupakan salah satu perusahaan pengembang dalam proyek reklamasi itu. Perusahaan ini melakukan pembangunan pulau G seluas 161 hektar yang diperuntukan untuk hunian, komersil, dan rekreasi.

Dalam reklamasi pantai utara ini PT Agung Podomoro Land dan PT Agung Sedayu Group merupakan dua pengembang yang terlibat dalam proyek reklamasi pantai utara Jakarta.

PT Agung Sedayu Group menggarap proyek Pulau A, B, C, D dan E dengan total luas sekitar 1.331 hektare melalui anak perusahaannya, PT Kapuk Naga Indah. Sedangkan PT Agung Podomoro Land akan menggarap proyek Pulau G seluas 161 hektar melalui PT Muara Wisesa.

[noe]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge