0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

PPP Kubu Djan Faridz Siap Berdamai dengan Pemerintah

Ketua Umum PPP hasil Muktamar Jakarta, Djan Faridz (dok.timlo.net/achmad khalik)

Sukoharjo — Jelang pelaksanaan Muktamar PPP yang digelar pada 8-10 April nanti, Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) hasil Muktamar Jakarta, Djan Faridz memilih menghadiri kegiatan struktural partai yang ada di daerah. Djan Faridz memastikan diri tidak ikut dalam Muktamar Islah rekomendasi dari pemerintah.

“Saya memilih untuk melakukan kunjungan ke DPW seluruh Indonesia. Dan untuk Jawa Tengah, merupakan yang pertama,” terang Djan Faridz dalam Rapat Pimpinan Wilayah PPP Jawa Tengah, yang digelar di sebuah warung makan, di Kartasura, Sukoharjo, Rabu (6/4).

Dia juga mengaku salut dengan kepengurusan DPW Jawa Tengah dan DIY, yang hingga saat ini masih kompak mendukung kepengurusan PPP hasil Muktamar Jakarta. Dirinya berharap kesolidan pengurus di tingkat daerah terus terjaga dalam mengatasi gerusan pihak-pihak yang ingin mengobrak abrik partai berlambang Ka’bah terebut.

“Kesolidan harus tetap dijaga. Kita harus rapatkan barisan,” terang Djan Faridz.

Disinggung perihal ketidakhadiran Presiden Jokowi dalam sidang gugatannya terhadap Presiden, Menkopolhukam dan Menteri Hukum dan HAM, Djan Faridz tidak mempermasalahkan. Menurutnya, meski tidak hadir, ada titik terang antara pihaknya dengan pemerintah. Terbukti dalam sidang tersebut adanya pertemuan antara kuasa hukum Djan Faridz dengan perwakilan pemerintah bersama Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

“Kemarin, sidang ini yang ke 3 di dalam pertemuan itu sepakat untuk berdamai di luar jalur pengadilan. Hakim bilang sudah oke, perdamaian harus dilakukan di PN dan tidak boleh diwakilkan,” ungkapnya

Disebutkan Djan Faridz, dari pertemuan itu, ke 3 pejabat negara, baik Presiden Jokowi, Menkopolhukam Luhut Panjdaitan dan Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly, bersedia datang dalam sidang berikutnya, yang digelar pada 13 April 2016 mendatang. Sidang lanjutan itu, PPP berdamai dengan pemerintah, sehingga gugatan yang sebelumnya dilayangkan akan dicabut.

“Setelah perdamaianan terjadi dan kita akan menarik gugatan. Saya optimis presiden akan hadir dalam sidang perdamaian tersebut,” terangnya.

 

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge