0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tarif Angkutan Umum di Solo Tidak Turun

Kepala Dishubkominfo Solo, Yosca Herman Soedrajat (dok.timlo.net)

Solo – Setelah melalui tahap evaluasi, Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informasi (Dishubkominfo) Solo akhirnya memutuskan tarif angkutan umum di Solo tidak turun. Salah satu pertimbangan dalam pengambilan keputusan tersebut adalah sedikitnya dampak penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) terhadap biaya operasional angkutan umum di Solo.

“Setelah kita hitung-hitung, ternyata tidak memungkinkan. Secara teknis juga sulit,” kata Kepala Dishubkominfo, Yosca Herman Sudrajad, Rabu (6/4).

Ia menerangkan, dalam menentukan harga jasa angkutan umum ada 10 komponen yang harus diperhitungkan. Di antaranya ada penyusutan kendaraan, gaji karyawan, harga suku cadang, dan lain sebagainya. Komponen-komponen seperti gaji karyawan dan harga suku cadang dalam beberapa tahun terakhir ini selalu meningkat. Sedangkan harga BBM hanya satu komponen yang pengaruhnya tidak terlalu signifikan.

“Lagi pula, kalau tarif angkutan umum diminta mengikuti harga bbm kita juga repot. Karena harga bbm fluktuatif. Sedangkan penentuan tarif angkutan umum harus disetujui walikota. Prosesnya tidak mudah,” kata dia.

Meski tidak mengalami penurunan, ia memastikan tarif angkutan umum di Solo termasuk murah. Pasalnya, dalam penentuan harga terakhir, mayoritas penyelenggara jasa angkutan umum seperti bus, angkuta, taksi, dan lain sebagainya sepakat untuk menggunakan batas bawah.

“Kemarin sebenarnya harga yang kita tetapkan untuk angkuta Rp 5.200. Tapi akhirnya semua sepakat di harga Rp 4.500. Jadi kalau kita tidak ikut turun sebenarnya ini sudah murah,” kata dia.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge