0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Nilai UN Hanya Jadi Pemetaan Pendidikan

Kepala Seksi Kurikulum Pendidikan Sekolah Menengah Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kota Solo, Budi Setiyono (dok.timlo.net/tyo eka)

Solo – Nilai hasil Ujian Nasional (UN) saat ini bukan menjadi penentu utama kelulusan siswa. Meski begitu, nilai UN menjadi indikator bagi pemerintah untuk memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia.

“Di Kota Solo sendiri, nilai UN digunakan untuk pemetaan perbaikan pendidikan,” terang Kepala Seksi (Kasi) Kurikulum bidang Pendidikan Menengah (Dikmen) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dispendikpora) Solo Budi Setiyono saat dihubungi, Rabu (6/5).

Dikatakan, saat ini penekanan pelaksanaan UN adalah pada kejujuran siswa dalam mengerjakan soal ujian. Pasalnya, dengan menjunjung kejujuran, maka moral anak didik menjadi lebih baik lagi. Sekaligus ini menjadikan mental anak didik menjadi lebih baik.

Meski begitu, bukan berarti saat ini pelaksanaan UN dapat disepelekan oleh para murid-murid. Meskipun banyak murid yang absen pada saat pelaksanaan ujian, namun hal ini tidak dikarenakan UN sudah bukan lagi penentu kelulusan. Sebab ketidak hadiran murid ini karena berbagai macam alasan.

”Kalau yang sakit biasanya ijin. Tapi kalau yang tidak ada kabar ini karena selama ini mereka sudah tidak aktif sekolah. Sehingga oleh pihak sekolah sudah dinyatakan keluar,” terangnya.

Budi menghimbau kepada para peserta UN supaya selektif dalam menerima informasi kunci jawaban yang beredar luas. Sebab banyak kasus penipuan yang sering muncul pada saat pelaksanaan ujian. Untuk itu, murid harus bisa cerdas dalam menghadapi penipuan semacam ini.

”Kalau sekolah sudah dianjurkan memperingatkan muridnya jauh-jauh hari. Sebab penipuan seperti ini kan seudah sering terjadi selama bertahun-tahun. Sehingga diharapkan di tahun ini tidak ada murid yang tertipu lagi dengan modus beredarnya kunci jawaban,” urainya.

Sementara itu Kabid Bidang Dikmen Dispendikpora Solo, Unggul Sudarmo menyatakan bahwa saat ini kode soal yang digunakan saat ujian sudah banyak tipenya. Apalagi untuk metode UN berbasis computer based test (CBT) atau Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

”Sebab kode soal CBT ini kan sangat banyak. Sehingga sangat tidak mungkin jika kunci jawabannya bocor,” ujarnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge