0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Satu Siswa Tuna Rungu Tidak Ikut Listening

Unggul Sudarmo (tyo eka)

Solo – Pada hari ketiga pelaksanaan Ujian Nasional (UN) 2016, yakni Rabu (6/4), ada satu orang peserta dalam mata uji Bahasa Inggris di SMKK Marsudirini Marginingsih Solo, yang mendapat dispensasi tanpa sesi listening (mendengarkan). Seorang peserta tersebut adalah penyandang tuna rungu.

“SMKK Marsudirini Marginingsih merupakan salah satu SMK pelaksana Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK),” ungkap Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Menengah (Dikmen) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Solo, Unggul Sudarmo kepada wartawan, di Kantor Dinas Dikpora Kota Solo, Rabu (6/4).

Sementara itu, Wakil Kepala Bidang Kurikulum SMKK Marsudirini Marginingsih Solo, Yustinus Tri Sabawa Hadi mengakui, ada satu siswa inklusi peserta UN yang menyandang tuna rungu. Khusus untuk siswa inklusi tuna rungu, tanpa listening tapi diganti reading (membaca). Khusus siswa tersebut, mengerjakan ujian Mapel Bahasa Inggris dengan PBT (paper based test atau ujian berbasis kertas), tapi untuk mapel lainnya dengan CBT (computer based test atau UNBK).

UNBK yang baru kali pertama digelar di SMKK Marsudirini Marginingsih, menurut Yustinus, diikuti siswa dari Program Keahlian Tata Boga sebanyak 51 orang, dari Program Keahlian Busana Butik sebanyak 9 orang, dan dari Program Keahlian DKV sebanyak 21 orang.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge