0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Lokasi Tembok Ambruk Sering Terlihat Penampakan

Lokasi tempat pembangunan bakal gedung ruang pimpinan DPRD Solo (achmad khalik)

Solo — Peristiwa tragis yang terjadi dalam proyek pembangunan ruang pimpinan DPRD Solo sangat disesalkan. Pasalnya, dari awal pembangunan yang dilakukan oleh PT Surya Cipta Sarana tersebut sangat serampangan dan tidak memiliki ’unggah-ungguh’ dalam adat jawa.

Informasi yang dihimpun, kawasan DPRD Solo memang terkesan angker. Sejumlah Satpam maupun sopir DPRD Solo seringkali melihat penampakan saat berada di kawasan timur gedung wakil rakyat tersebut.

“Pernah saat memarkir mobil disisi timur DPRD Solo, ada penampakan perempuan berambut panjang. Kadang juga ada suara aneh, tepat di lokasi kejadian tersebut,” terang salah satu sopir DPRD Solo, Agung.

Senada, salah seorang Satpam DPRD Solo juga pernah mengalami hal serupa. Saat menjalankan tugas malam, dirinya sering mendengar suara perempuan menangis. Namun, lantaran seringnya mendengar suara tersebut dirinya sudah tidak menghiraukannya lagi.

“Memang kawasan itu (sisi timur gedung DPRD Solo-red) agak singup (angker),” terang Sutarto.

Anggota dewan lain juga menyatakan hal serupa. Semestinya mendirikan bangunan gedung di kawasan DPRD Solo harus menjunjung tinggi adat kedaerahan. Seperti dalam pembangunan gedung DPRD lainnya, yang juga menyediakan sesajen sesuai adat jawa.

“Ya, harusnya minta ’ijin’ dulu sesuai adat istiadat. Bukan sembrono seperti itu,” kata anggota Komisi I, Wawanto.

Sebelumnya diberitakan, peristiwa tragis menimpa salah seorang pekerja dikawasan proyek pembangunan gedung yang diperuntukkan sebagai ruang ketua dan tiga wakil ketua DPRD Solo. Buruh bangunan yang diketahui bernama Dwi Purwoko (30) warga Tawangsari, Sukoharjo tewas tertimpa tembok bangunan.

Peristiwa bermula, saat korban membongkar tembok, dengan menaiki pagar pembatas yang ada di samping gedung. Kemudian dengan menggunakan palu korban menggempur tembok. Setelah tembok itu berlubang, dia melongokkan kepala ke bagian dalam. Lalu karena tembok sudah berlubang jadi tidak kuat, kemudian ambruk.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge