0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

TSTJ Akan Babat 80 Pohon Rawan Tumbang

Karyawan TSTJ memotong batang pohon yang telah ditebang (ichsan rosyid)

 Solo – Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) melanjutkan program penebangan phon rawan tumbang di kawasan wisata tersebut. Sejumlah Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara (AU) tampak membantu menebang beberapa pohon tua di sisi utara TSTJ, tepatnya di sekitar aliran Bengawan Solo.

“Kami belajar dari peristiwa di Gembira Loka kemarin, ada pengunjung dan pedagang yang tertimpa pohon sampai meninggal dunia. Sejak beberapa hari lalu sudah mulai kita tebang beberapa pohon,” kata Direktur Utama TSTJ, Bimo Wahyu Widodo Dasir Santoso, Selasa (5/4).

Menurut hasil inventarisasi pihak TSTJ, ada 80 batang pohon yang dianggap membahayakan dan akan ditebang. Penebangan diprioritaskan di jalur-jalur yang banyak dilalui pengunjung serta sekitar kandang, terutama kandang binatang buas. Pengamatan TimloNet, beberapa pohon di jalur masuk TSTJ tampak sudah ditebang. Sedangkan beberapa pohon lain hanya sekadar dipangkas.

“Hari ini memang belum semua. Besok kita lanjutkan lagi dibantu oleh pihak luar,” kata dia.

Ia menambahkan, penebangan pohon tidak akan mengurangi penghijauan di Solo. Pasalnya, TSTJ aktif menggalakkan penanaman pohon-pohon baru. Belum lama ini, pihak TNI AU pun pernah memberikan 1.000 bibit pohon langka yang ditanam di TSTJ.

“Jadi kalau kita tebang 80 tidak ada masalah,” kata dia.

Sementara itu, Komandan Skadron Didik (Skadik) 401, Mayor Pnb Urip Widodo dari Landasan Udara (Lanud) Adi Soemarmo menerangkan, TNI AU sudah beberapa kali mengadakan kegiatan kerja bakti di TSTJ. Selain membantu menebang pohon, TNI AU juga membantu memotong rumput dan membersihkan taman di lahan seluas 14 hektar itu.

“Untuk kerja bakti di sini (TSTJ-Red) kita kerahkan 140 orang personel karena lahannya cukup luas,” kata dia.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge