0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Daripada Shelter, PKL Ini Pilih Uang Tunai

Beberapa PKL City Walk mulai berjualan di hari pertama setelah relokasi ke Jalan di Timur Stadion Sriwedari (foto: Rosyid)

Solo — Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) City Walk yang dipindahkan ke timur Stadion Sriwedari mengajukan solusi untuk masalah yang timbul akibat relokasi. Daripada menunggu pembangunan shelter PKL di selatan Stadion Sriwedari, mereka justru meminta dana segar dari Pemerintah Kota (Pemkot).

“Mendingan uang yang akan dipakai untuk membeli gerobak dan membangun shelter, mendingan kita diberi uang tunai,” kata Kusmanto (37), salah seorang PKL, Senin (4/4).

Menurutnya, bila PKL diberi uang tunai, mereka bisa menyewa warung atau toko yang lebih layak. Solusi tersebut dianggap lebih jitu dalam menyelesaikan masalah PKL city walk dibanding membangun shelter di Selatan Stadion Sriwedari.

Ia memperkirakan dana yang dikeluarkan Pemkot untuk membuat gerobak stainles steel dan shelter PKL mencapai Rp 15 juta per PKL. Uang tersebut dirasa cukup untuk menyewa satu warung sederhana di lokasi yang lebih strategis dari pada tempat relokasi saat ini yang relatif sepi setiap harinya.

“Justru kita tidak jadi beban Pemkot, dan tidak perlu berpindah-pindah seperti sekarang. Pemkot juga tidak usah memikirkan kita lagi setelah itu,” kata dia.

Pendapat tersebut diamini Rismianto (28), juga seorang PKL. Ia menegaskan tidak akan berjualan di lokasi baru itu sebelum Pemkot membuatkan shelter yang layak. Saat ini ia justru sedang mencari-cari pinjaman modal untuk menyewa warung atau ruko. Rencananya, ia akan berjualan di warung tersebut.

“Di sini jelas tidak akan laku. Di city walk saya bisa dapat teman-teman bisa dapat Rp 1 juta sehari. Kemarin yang mencoba jualan di sini cuma dapat Rp 100 ribu. Padahal ada even besar,” cetusnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Penataan dan Pembinaan PKL, Dinas Pengelola Pasar (DPP), Didik Anggono mengimbau para PKL city walk untuk menempati kapling yang sudah ditetapkan. Kendati tidak melarang mereka berjualan di tempat-tempat lain, pihaknya akan terus menjalin komunikasi dengan mereka.

“Kita akan tanya, kenapa tidak bejualan di sini. Masalahnya apa, kita selesaikan bersama,” kata dia.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge