0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Walikota Solo Ajak SKPD Lawan Wartawan Bodrek

diskusi Peningkatan Kapasitas Kehumasan yang digelar di Balai Tawang Arum, Kompleks Balai Kota Solo (ichsan rosyid)

Solo — Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Kota Solo diminta untuk mewaspadai wartawan gadungan. Setiap instansi tidak gentar menghadapi pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang sering disebut wartawan bodrek itu.

“Kalau ada wartawan bodrek datang ke kantor Anda, lawan saja,” kata Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo, Senin (4/4).

Pesan tersebut ia sampaikan dalam acara diskusi Peningkatan Kapasitas Kehumasan yang digelar di Balai Tawang Arum, Kompleks Balai Kota Solo. Ia juga meminta SKPD untuk melaporkan wartawan bodrek bila perbuatan mereka sudah mengarah ke tindak kriminal. Misalnya, pemerasan, fitnah, dan lain sebagainya,

“Selama kita tidak punya salah, nggak usah takut. Kalau sudah mengarah ke pemerasan, fitnah, laporkan saja ke polisi,” tegasnya.

Sementara itu, sebagai narasumber kedua, wartawan senior, Ari Kristyono menerangkan, wartawan bodrek bukan hanya wartawan tanpa media. General Manager timlo.net itu menjelaskan ada juga wartawan dengan media resmi korup layaknya wartawan bodrek.

“Jadi bodrek itu bukan cuma wartawan tanpa media. Bodrek adalah perilaku wartawan yang bukan mencari informasi tapi motifnya adalah memperkaya diri,” terangnya.

Ia mengimbau setiap instansi yang hadir dalam acara tersebut untuk bekerjasama dengan media massa untuk menghentikan wartawan bodrek. Salah satu langkah yang dapat ditempuh adalah dengan tidak memberikan amplop kepada wartawan.

“Tapi kita juga minta kepada pihak kepolisian untuk menindak wartawan bodrek. Selama ini kalau ada yang dilaporkan hanya dapat pembinaan tanpa ada hukuman yang memberi efek jera,” kata dia.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge