0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kerjakan UN, Siswa Tunanetra Tak Mau Pakai Soal Braille

Siswa tunanetra sedang mengerjakan soal UN (dok.timlo.net/tyo eka)

Solo — Diantara peserta Ujian Nasional (UN) 2016 di SMA Muhammadiyah 6 Surakarta, terdapat tiga siswa peserta ujian yang masuk kategori tuna netra. Dua siswa tuna netra penuh atau buta, seorang lainnya low vision.

Kendati mereka termasuk tuna netra, tetapi mereka dalam mengerjakan soal ujian lebih memilih dibacakan daripada memakai huruf Braille,” jelas Kepala SMA Muhammadiyah 6 Solo, Syaiful Syahri saat ditemui Timlo.net, Senin (4/4).

Syaiful mengatakan, khusus untuk siswa tuna netra memang ada dua pilihan, yakni ujian soal awas dan Braille. Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Solo menyediakan soal Braille. Tetapi mereka lebih memilih ujian melalui soal awas.

“Namun anak-anak di sini lebih senang memakai ujian soal awas. Kalau soal awas, otomatis ada pendamping yang membacakan. Dan SMA Muhammadiyah 6 juga menyediakan pendampingnya,” jelasnya.

Dijelaskan, kalau memakai Braille menurut siswa tunanetra mengaku lebih lama dalam mengerjakannya. Kedua apabila huruf Braille tidak baik, dikawatirkan timbul persoalan nantinya. Karenanya mereka lebih senang dibacakan, dan menulis jawabnya juga dari guru pendamping.

SMA Muhammadiyah 6 Solo merupakan sekolah inklusi yang sebagian siswanya adalah difabel, ada tunanetra, tunadaksa dan sebagian. “UN 2016 ini peserta sebanyak 35 siswa,” pungkasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge