0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Begini Hasil Sementara Otopsi Misteri Kematian Siyono

Duduk dari kiri, Ketua Bidang Hukum dan HAM PP Muhammadiyah Busyro Muqoddas, koordinator dokter forensik Gatot Suharto, saat jumpa pers paska otopsi jenazah Siyono (timlo.net/aditya wijaya)

Klaten — Sembilan dokter forensik Muhammadiyah bersama seorang dokter forensik Polda Jawa Tengah membeberkan dugaan sementara penyebab kematian Siyono. Dari hasil otopsi sementara, tim dokter menemukan luka akibat benda tumpul.

“Alhamdulilah masih kita temukan saat intavital, maksudnya ketika masih hidup. Ada kekerasan semacam benda tumpul di beberapa bagian tubuh serta patah tulang,” ujar dokter Gatot Suharto yang memimpin jalannya forensik, Minggu (3/4).

Sejak dikebumikan Minggu (13/3) lalu atau 21 hari lamanya, dikatakan, jenazah Siyono belum pernah diotopsi. Pihaknya juga tidak menemukan sama sekali bekas luka tembak di tubuh warga Dusun Brengkungan RT 11/05, Desa Pogung, Kecamatan Cawas itu.

“Diharapkan mencari luka tembak, tadi kami cari kok enggak ada. Sedangkan untuk kepastian nanti tentu akan kami rumuskan setelah hasil pemeriksaan laboratorium selesai,” ujar dosen Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (Undip) Semarang saat konferensi pers di halaman rumah Siyono.

Untuk memastikan penyebab kematian Siyono, saat otopsi pihaknya mengambil sampel kulit dan otot jenazah. Tujuannya sebagai pembuktian laboratorium secara patologi anatomi ada tidaknya kekerasan pada tubuh Siyono saat masih hidup.

“Untuk memastikan di back up pemeriksaan mikroskopik akan lebih mantap dan paripurna. Kemudian akan kami rumuskan setelah hasil pemeriksaan laboratorium selesai minimal satu pekan hingga 10 hari,” tandas Gatot.

Keterangan senada juga disampaikan dokter forensik Polda Jateng, Summy Hastry Purwanti. Ia mengamini ada bekas kekerasan di bagian tubuh jenazah Siyono. Namun untuk memastikan misteri kematian Siyono masih menunggu hasil laboratorium.

”Itu akan membuktikan apakah kekerasan atau luka yang ditemukan di tubuh almarhum sebelum atau sesudah meninggal,” bebernya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge