0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Gara-Gara Tak Boleh Ngajar, Dosen Ini Adukan Kampusnya ke PTUN

Citra Aryandani, dosen ISI Yogyakarta (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Dosen jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, Citra Aryandani akan melaporkan kampusnya ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Sebab sebagai dosen PNS, Citra mendapat pembinaan berupa tidak boleh mengajar tanpa alasan yang bisa diterima Citra.

Keilmuan yang diajarkan Citra dianggap tidak sesuai visi misi jurusan. Sehingga ia mendapat kebijakan dari kampus untuk dilakukan pembinaan.

“Pembinaannya tidak boleh mengajar di Fakultas karena apa yang saya ajarkan dianggap tidak sesuai visi misi kampus. Saya sekarang hanya mengajar 2 SKS, meja saya di ruang jurusan juga sudah tidak ada,” kata Citra didampingi kuasa hukumnya pada wartawan, Jumat (1/4).

Masalah tersebut bermula dari perbedaan pendapat soal pemahaman Etnomusikologi antara Citra dan dosen lainnya. Citra dinilai memiliki pemahaman yang tidak sesuai dengan Etnomusikologi yang dipahami dosen lainnya. Citra dituding membawa aliran post modern dalam Etnomusikologi yang itu tidak sesuai dengan visi dan misi jurusan.

“Etnomusikologi yang ada saat ini tidak sama standarnya dengan internasional. Biar standar, saya mencoba kembalikan ke tracknya. Tapi disebut tidak satu visi misi,” ungkapnya.

Akibat perseteruan itu, Citra pun akhirnya diberi pembinaan dengan tidak diperbolehkan mengajar selama semester genap 2016. Sejak 23 Januari dia pun sudah tidak mengajar lagi.

“Tidak cuma tidak boleh mengajar, mahasiswa bimbingan skripsi saya juga dialihkan sepihak. Saya sebelumnya dosen wali ada 18 mahasiswa. Itu pun langsung dialihkan ke dosen lain. Ada mahasiswa yang minta skripsi dibimbing saya, langsung ditolak. Nama saya sebagai dosen juga dihapus dari sistem informasi akademik,” terangnya.

Anehnya, meski tidak mengajar Citra masih mendapatkan haknya sebagai dosen mulai dari tunjangan dan gaji.

“Kalau ini soal keilmuan, ya saya siap sidang akademik terbuka soal keilmuan etnomusikologi. Tapi ini kok sampai meja saya sebagai dosen di jurusan tidak ada lagi,” tegasnya.

Citra pun sudah melayangkan surat protes ke Rektor ISI, jawaban dari Rektor, sebagai dosen Citra harus tetap mengajar. Namun surat Rektor tersebut tidak digubris pihak Dekanat yang memberikan pembinaan pada Citra.

“Ada apa ini dekan, kok nggak mau, padahal Rektor sudah bilang saya harus tetap mengajar,” pungkasnya.

Sementara itu saat dikonfirmasi, Dekan Fakultas Seni Pertunjukan ISI Yudi Haryani mengatakan Citra mempunyai masalah dengan jurusan sejak lama. Menurutnya banyak kolega dosen yang menganggap Citra tidak bisa diajak bekerja sama.

“Sebagai seorang dosen Citra mengatakan tidak menyukai tradisi, padahal Etnomusikologi dibentuk untuk menjaga musik tradisi. Masuk sejak 2006 sudah tidak diinginkan, yang diinginkan yang bisa praktek, tapi Citra tidak mau kalau praktek,” kata Yudi.

Selain itu, Citra pun dianggap kondisi jurusan tidak nyaman, situasi akademik tidak kondusif. Sehingga berdasarkan kesepakatan bersama, Citra pun dibina.

“Sangsi tidak ada yang tertulis, tapi hanya kesepakatan, Citra juga menyepakati itu. Tapi setelah itu keluarnya ceritanya beda. Beliau juga tidak punya keahlian secara keilmuan dan tidak bisa komunikasi dengan rekan dosen, itu alasannya,” pungkasnya.

Pihaknya pun mengatakan jika siap menghadapi jalur hukum yang akan ditempuh Citra.

“Kita menunggu rektorat nanti bagaimana, yang jelas sudah sesuai prosedur berdasarkan aturan, ya akan kita hadapi,” tandasnya. [rhm]

Sumber: merdeka.com

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge