0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Daya Saing SMK Pariwisata Terus Digenjot

Arief Yahya (merdeka.com)

Timlo.net – Deputi Bidang Pengembangan Kelembagaan Kepariwisataan (Deputi BPKK) Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pariwisata se-Indonesia di Batam, Kepulauan Riau. Acara itu dilaksanakan tiga hari, 30 Maret hingga 1 April 2016.

“Intinya menyamakan persepsi, menyatukan agenda dan menyelaraskan program. Tujuannya, siap menghadapi semua tantangan dunia Pariwisata melalui SDM-SDM yang ready,” tegas Deputi Kelembagaan Kemenpar, Ahman.

Rakornas ini diikuti 400 peserta dari perwakilan SMK Pariwisata seluruh Indonesia, perwakilan Kementerian/Lembaga yang terkait dengan pengembangan SDM. Rakornas juga membahas sejumlah agenda utama seputar komitmen para lembaga pendidikan dalam mencetak SDM pariwisata berkualitas.

“Industri terus berkrmbang, suplai SDM yang handal harus dipersiapkan matang,” kata Menteri Pariwisata, Arief Yahya.

Keinginan itu diwujudkan dalam program kegiatan antara lain memfasilitasi kegiatan sertifikasi bagi 35.000 tenaga kerja sektor pariwisata.

“Angka ini terus digenjot menuju kenaikan 100 persen dari target tahun 2015 yang lalu sebanyak 17.500 tenaga kerja. Kita tidak boleh kalah dari negara-negara lain,” kata dia.

Kemenpar juga memfasilitasi pendirian Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) bidang pariwisata di 34 provinsi serta pelatihan dasar pariwisata untuk 17.600 orang di seluruh Indonesia. Upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan bagi wisatawan yang tahun ini mentargetkan kedatangan 12 juta wisatawan mancanegara (wisman) dan 260 juta pergerakan wisatawan nusantara (wisnus).

Pelatihan dasar pariwisata antara lain berupa pemberian pemahaman dan pelatihan penerapan Sapta Pesona yakni meliputi keamanan, ketertiban, kebersihan, kenyamanan, keindahan, keramahtamahan, dan kenangan SDM untuk menciptakan pelayanan prima bagi wisatawan.

Sekedar informasi, pada 2015, daya saing SDM pariwisata Indonesia di tingkat ASEAN masih berada di ranking 5 di bawah Singapura, Thailand, Malaysia, dan Filipina. Sedangkan di tingkat dunia berada di rangking 53 dari 141 negara.

Pemerintah tetapkan sektor pariwisata sebagai leading sector, karena industri jasa ini menghasilkan devisa dan menciptakan lapangan kerja yang besar. Tahun ini target pariwisata mendatangkan 12 juta wisman dan 260 juta pergerakan wisnus serta akan menghasilkan devisa sebesar Rp 172,8 triliun dan serapannya 11,7 juta tenaga kerja.

“Kita harus mengubah nasib lewat semangat. Para sekolah jangan meluluskan siswanya kalau tidak kompeten,” kata Deputi Pengembangan Kelembangaan Pariwisata Kementerian Pariwisata, Ahman Sya.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

loading...
KEMBALI KE ATAS badge