0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Merasa Kecolongan, Panwaslu Salahkan Wartawan

Isi bingkisan yang dibagikan Sri Mualyani dalam pamitan penggerak PKK (timlo.net/aditya wijaya)

Klaten – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Klaten mengaku kecolongan dalam kegiatan silaturahim dan pamitan Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Klaten Sri Mulyani di Pendopo Pemkab setempat, Senin (30/11). Pasalnya beredar bingkisan berupa kain motif songket Bali, sebuah hijab warna pink, dan stiker pasangan calon (paslon) no tiga, Sri Hartini-Sri Mulyani.

“Kami tidak menduga ada kejadian seperti itu yang seolah-olah dilakukan secara terang-terangan. Dan dalam arti yang lebih luas, kami kecolongan, meski tahu ada jadwalnya,” ujar Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Panwaslu Klaten Agung Setiabudi, Senin (30/11).

Ditambahkannya, pers seharusnya bisa membantu Panwaslu Klaten untuk memberikan informasi terkait kegiatan semacam itu. Sehingga Panwaslu Klaten dapat langsung terjun ke tempat dugaan kampanye.

“Tadi saat acara masih berlangsung sebenarnya wartawan dapat memberikan informasi. Sehingga kami dapat terjun ke lokasi dan menyita stiker yang diberikan tersebut,” keluhnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua Panwaslu Klaten Wandyo Supriyatno. Menurut dia, indikasi pelanggaran dalam kegiatan itu jelas ada, namun pihaknya belum bisa melakukan penindakkan. Selain belum ada laporan resmi dari masyarakat maupun tim sukses paslon lain, Panwaslu tidak berada di lokasi.

Dijelaskan, jika terjadi pelanggaran, artinya melanggar UU Nomor 8 Tahun 2015 tentang pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota, pasal 69 hurus H yang menegaskan bahwa dalam kampanye dilarang menggunakan fasilitas dan anggaran pemerintah dan pemerintah daerah.

“Kami masih harus lakukan kajian lagi, apakah bingkisan itu nilainya lebih atau kurang dari nominal Rp 25 ribu. Apabila kurang dari Rp 25 ribu tidak termasuk pelanggaran. Karena kampanye dilarang menggunakan fasilitas dan anggaran pemerintah dan pemerintah daerah,” jelasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge