0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Diteror, Umi Pipik Batal Hadiri Doa Bersama Pendukung Rudy-Purnomo

Red Hijabers Community Solo (timlo.net/daryono)

Solo — Tensi politik menjelang hari pemungutan suara pemilihan walikota dan wakil walikota Solo mulai memanas. Kegiatan doa bersama pendukung pasangan FX Hadi Rudyatmo – Achmad Purnomo yang tergabung dalam komunitas Red Hijabers Community Solo (RHCS), Senin (30/11) di Graha Wisata Niaga batal dihadiri Ustadzah Pipik Dian Irawati atau Umi Pipik lantaran teror.

“Umi Pipik membatalkan kehadirannya di acara ini karena mendapat teror dan intimidasi lewat SMS (short message servis) dan BBM (Blackberry Messenger) sejak pukul 02.00 tadi (Senin dini hari). Isinya bernada SARA dan bahasanya keras,” kata tokoh Relawan Jenggala, Musdalifah Pangka, usai acara.

Dalam pesan teror yang disampaikan, jika nekat hadir, ujar Musdalifah, legitimasi Umi Pipik sebagai ustadzah diragukan. Tekanan dan teror tersebut membuat Umi Pipik tertekan hingga kemudian memutuskan tidak hadir. Padahal, Umi Pipik sebenarnya sudah di Solo sejak Minggu (29/11) untuk mengisi pengajian Majelis Humaira di Solo dan Sragen.

Ketua Panitia sekaligus Ketua RHCS Kecamatan Laweyan, Siti Muslikah mengatakan batalnya Umi Pipik pada acara tersebut diakui sempat membuat kecewa para 1.300 peserta yang sudah menunggu Umi Pipik. Upaya jaminan keamanan yang diberikan panitia juga tidak membuahkan hasil.

“Kami sebenarnya siap memberi pengawalan keamanan, namun Umi tak ingin terjadi gejolak dan memilih absen. Kami selaku penyelenggara bisa memahami kondisi tersebut. Beruntung, tadi bertemu Ustadz Munawar yang bersedia menggantikannya, sehingga acara berjalan lancar,” jelas dia.

Untuk diketahui, sebelumnya, tim pemenangan Anung Indro Susanto – M Fajri, Minggu (29/11) melapor ke polisi lantaran peristiwa pelemparan batu terhadap mobil konsultan AFi. Peristiwa pelemparan batu itu dianggap bentuk teror terkait Pilkada.

Editor : Eddie Mutaqin

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge