0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Mencari Penderita HIV/AIDS Seperti Membongkar Gunung Es

Ilustrasi HIV/AIDS (dok.timlo.net/red)

Solo – Jumlah penderita HIV/AIDS yang dicatat Komisi Penanggulangan AIDS(KPA) Solo tergolong tinggi. Bahkan, tahun ini jumlah penderita HIV/AIDS sudah melebihi estimasi nasional.

“Jumlah terakhir kumulatif dari 2015 sampai sekarang ini sudah 1.738 kasus, yang sudah positif HIV dan AIDS. Yang meninggal sekitar 490-an,” kata Pengelola Program Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Solo, Tomi Prawoto kepada wartawan di sela pemeriksaan gratis HIV/AIDS di Plasa Sriwedari, Minggu (29/11).

Sebanyak 1.738 penderita HIV/AIDS yang dicatat KPA Solo tidak hanya berasal dari Solo tetapi juga berasal dari kabupaten sekitar Solo. Pasalnya, ketika ada orang luar Solo memeriksakan diri, KPA Solo wajib melayani. Adapun untuk jumlah penderita HIV/AIDS yang merupakan penduduk Solo asli sebanyak 370-an.

Tomi menyebut angka penderita HIV/AIDS sebesar 1.738 kasus cukup luar biasa. Angka tersebut melampaui estimasi yang diperkirakan KPA nasional sebesar 1.356. Di Jawa Tengah, jumlah penderita HIV/AIDS di Solo saat ini menduduki peringkat kedua setelah Kota Semarang. Sementara di tataran nasional, Jawa Tengah berada di urutan ke-6.

Mereka yang terkena HIV/AIDS, lanjut Tomi, rata-rata adalah mereka yang beresiko tinggi tertular dan menularkan. Seperti wanita pekerja seks, pemakai narkoba suntik, homo seksual dan orang yang ganta ganti pasangan.

Disinggung tingginya angka HIV/AIDS di Solo, Tomi mengatakan hal sebagai akibatnya efektifitas sosialisasi yang dilakukan KPA. Pasalnya, jumlah penderita diketahui dari mereka yang secara sukarela memeriksakan diri ke KPA.

“Ini keberhasilan Solo mengungkap gunung es. HIV itu kan gunung es. Yang nongol kan sedikit. Maka, bagaimana gunung es itu bisa kita bongkar, kita ketahui bersama dan kita obati,” jelas dia.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge