0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tragis, Pasutri Ini Tersambar Petir Saat Berteduh Di Gubuk

ilustrasi (dok.merdeka.com)

Timlo.net — I Ketut Budiastra (62), petani asal Banjar Rukun, Desa Gumbrih, Kecamatan Pekutatan, Jembrana, Bali dan istrinya Made Sutiari (50), tewas di tempat setelah tersambar petir Sabtu (28/11) sore. Pasutri ini tewas dengan kondisi tubuh hangus lantaran tersambar petir di gubuk sawah desa setempat di saat berteduh dari hujan.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, pasangan suami istri tersebut sore itu sedang asyik menanam semangka di sawah. Namun tiba-tiba turun hujan lebat dan mereka berteduh di gubuk sawah dekat tanaman semangkanya.

“Saat itulah tiba-tiba petir menyambar gubuk tempat pasutri itu berteduh. Akibatnya pasutri tersebut tewas di tempat,” kata Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Gusti Made Sudarma Putra, seijin Kapolres Jembrana, Sabtu (28/11) petang.

Kejadian tersebut menurut Sudarma Putra diketahui pertama kali oleh I Wayan Sudimara (46), petani asal Banjar Cepaka, Desa Panghyangan, Kecamatan Pekutatan, Jembrana yang kebetulan bekerja di dekat kedua korban.

“Kedua korban saat ini sudah berada di Puskesmas Pukutatan untuk pemeriksaan medis sambil menunggu diambil oleh pihak keluarga,” tandas Sudarma.

[gil]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge