0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Para Hacker Ganti Situs ISIS Dengan Iklan Obat Kuat

Anonymous. (Dok: Timlo.net/YouTube.)

Timlo.net—Sebuah kelompok hacker yang berhubungan dengan Anonymous, Ghost Sec menyerang sebuah situs pendukung gerakan ISIS. Mereka mengganti propaganda kelompok teroris itu dengan iklan obat kuat seperti Viagra dan Prozac.

“Terlalu banyak ISIS. Tingkatkan ketenangan Anda. Terlalu banyak orang menyukai hal-hal terkait ISIS. Lihatlah iklan yang menyenangkan ini sehingga kami bisa mengupgrade infrastruktur kami sehingga bisa memberikan konten ISIS yang kalian sangat inginkan,” tulis para hacker dalam situs Isdarat.

“Isdrat (sic) adalah situs pertama dalam kegelapan web yang bisa diserang hacktivist dengan sukses,” tulis RT.com.

Dark web atau web gelap, adalah tempat untuk interaksi ilegal, dan merupakan bagian internet yang tidak bisa dicari dengan browser biasa. Para pengguna biasanya menggunakan metode lain. Misalnya menggunakan browser Tor, di mana mereka bisa browsing sembari menyembunyikan alamat IP mereka.

Para hacker bisa mengakses versi deep web dari Isdarat dengan menggunakan alamat .onion (atau onion routing) yang ada di jaringan Tor, menurut blog INSITE. Beberapa pendukung ISIS terpaksa pindah ke deep web karena Anonymous meminta bantuan publik dalam perang cyber yang mereka mulai lewat Twitter dengan hashtag #OpParis dan #OpISIS.

Anonymous bergerak setelah serangan Paris pada 13 November yang membunuh 130 orang dan melukai lebih dari 300 orang. Mereka mendeklarasikan perang melawan Islamic State (IS) dalam sebuah video yang diupload di YouTube: “Kami akan memburu kalian, menghancurkan situs-situs, akun, email kalian dan mengekspos kalian. Mulai dari sekarang, tidak ada tempat yang aman bagi kalian online. Kalian akan diperlakukan seperti sebuah virus dan kami adalah obatnya. Kami memiliki internet. Kami adalah Anonymous. Kami adalah legiun. Kami tidak mengampuni. Kami tidak melupakan. Nantikan kami.”

Semenjak itu Anonymous mulai meluncurkan serangan mereka dengan metode DDoS (Distributed Denial of Service) melawan situs-situs pendukung Islamic State dan mereka yang mendanai kelompok teroris itu.

Sumber: Washington Times.

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge